Tips Dasar Pelatih Muda Membuat Variasi & Formasi LKBB Paskibra

 Kebanyakan pelatih yang sukses dalam pembuatan Variasi & Formasi didasari oleh 2 cara, yaitu :

1. Mereka melihat, mempelajari, dan menerapkan variasi & formasi lain yang telah sukses dan merubahnya sedikit demi sedikit sebagai pembeda.

2. Mereka membuat sesuatu yang baru dan anti mainstream yang berbeda seperti biasanya yang membuat penonton penasaran dengan apa yang mereka tonton.

Lalu, bagaimana dengan kamu? 
Bacalah postingan ini sampai bawah, saya akan memberikan tips bagi kalian untuk membuat Variasi & Formasi yang baik.



1. Ketahui alokasi waktu



Yang pertama, kamu harus tau berapa lama waktu yang diberikan oleh panitia untuk paskimu menampilkan variasi.

Hal ini penting, mengingat konsep variasi yang akan kamu berikan dan buat seperti apa.

Ketika kamu sudah tau waktunya berapa lama waktu yang diberikan, kamu jadi tau berapa banyak gerakan yang bisa diberikan.

Dan jika bisa, ketahui juga pada pukul berapakah paski kamu tampil.

Karena ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan gerakan yang bagaimana.

Sebagai contoh:

Jika di pagi hari kamu bisa memberikan gerakan dan kalimat yang menunjukkan suasana pagi hari.

Jika malam, kamu bisa memberikan gerakan-gerakan yang sedikit nakal supaya penonton tidak ngantuk.

2. Ketahui tema event dan penyelenggaranya



Tema acara di sini harus kamu perhatikan.

Sisipkan gerakan dan kalimat dalam variasi yang menunjukkan tema tersebut.

Itu akan memberi nilai tambah.

Dan -kalau mau- berikan penghargaan kepada penyelenggara dengan menyebutkan nama penyelenggara itu dengan ejaan yang benar.

Sebagai contoh:

Mari kita bersama-sama membayangkan ada acara demo ekskul di SMA Negeri 5 Surakarta.

Acara tersebut diselenggarakan oleh OSIS MPK sekolah ini.

Tema yang diangkat dalam acara ini adalah Membangkitkan Generasi Muda yang Kreatif dan Inovatif.

Nah, kamu bisa menyisipkan teriakan ini dalam variasi

  • Generasi muda, generasi kreatif, generasi inovatif.....
  • ...OSIS MPK Smaliska Sukses! (Pose)

3. Ketahui batas waktu


Batas waktu di sini adalah waktu yang bisa kamu pakai untuk mengajarkan gerakan-gerakan variasi kepada pasukanmu.

Jangan memaksakan pasukan untuk mengerti dan memahami rangkaian gerakan variasi panjang yang rumit jika diberikan waktu yang mepet. Itu sama aja bunuh diri.

Lebih baik, kamu memilih gerakan yang sederhana namun tetap artistik untuk ditampilkan sebagai variasi.

Lalu, jika sudah tau kalau ada event yang mengharuskan untuk paskimu menampilkan variasi...

...seketika itu juga kamu harus langsung berpikir tentang konsep dan gerakan variasinya.

1-2 hari setelah kamu memikirkan gerakan variasi apa yang tepat, langsung ajarkan ke pasukan.

Tidak usah satu set variasi langsung, pusing kamu nanti. Perlahan-lahan saja.

Pisahkan variasi itu dalam beberapa sesi...

Selain memudahkanmu membuat variasi, juga akan mempermudah pasukanmu untuk memahami gerakan-gerakan yang telah kamu buat. 

4. Ketahui ikon (Ciri Khas) Paski kamu


Hmm.. Jikalau paskimu sudah berdiri cukup lama, coba tanyakan pada seniormu tentang gerakan-gerakan apa saja yang harus ada dalam variasi paskimu.

Jangan membantah mereka karena mereka lebih dahulu membangun paskimu.

Lebih baik, kalau kamu mau membantah soal gerakan variasi itu, tunggu setelah event itu selesai. Berhasil atau gagal.

Jika gagal, ngomong baik-baik dengan mereka.

Ngomong aja jujur, kalau gerakan variasi ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

5. Buat kerangka dasar variasi



Setalah melihat banyak variasi (baik langsung maupun tidak langsung), saya menemukan bahwa kerangka variasi setiap kontingen itu hampir sama.

Kurang lebih seperti inilah kerangka dasar variasi:

  1. Pembukaan,
  2. Perkenalan siapakah paskimu itu,
  3. Pose 1 (variasi 1/ditempat selesai),
  4. Gerakan berjalan,
  5. Pose 2 (variasi 2/berjalan selesai),
  6. Mainkan gerakan tema,
  7. Inti variasi; pose 3 (variasi 3/formasi selesai),
  8. Ucapan terima kasih sudah nonton,
  9. Penutupan

Apa harus seperti itu?

Jelas tidak.

Kamu bisa mengotak-atiknya sesuai dengan kebutuhan.

6. Cari gerakan baru dan seru



Ketika kamu membuat sebuah variasi, kamu harus kreatif dan menjadi tidak terduga.

Terutama pada waktu pembukaan variasi.

Pembukaan variasi berperan penting pada keberhasilan variasimu...

...diperhatikan sama penonton atau tidak.

Usahakan gerakan saat pembukaan dapat memancing keingintahuan penonton.

Jangan buat penonton terlalu lama menunggu. Keburu lari ntar.

(Hal ini juga saya lakukan dalam artikel ini dan berhasil. Kamu nggak lari)

Untuk gerakan baru di sini sebenarnya bukan hanya untuk pembukaan, semua poin perlu gerakan baru.

Tapi kan nggak mungkin membuat gerakan baru dari awal sampai akhir.

Makanya kamu harus pintar-pintar menempatkan gerakan-gerakan baru, agar kesan baru tetap melekat dalam variasimu.

Kan nggak bagus juga kalau gerakan awalnya saja yang baru tapi belakang-belakangnya sama kayak yang lain.

7. Cari gerakan-gerakan



Selanjutnya kamu harus mencari gerakan-gerakan yang masuk dengan tema.

Kamu bisa mencari gerakan di tempat mana pun; asal kamu peka, kamu dapat menemukannya.

Sebagai contoh:

Temanya seperti di atas, Membangkitkan Generasi Muda yang Kreatif dan Inovatif.

Kesan yang bisa dirasakan dari kalimat itu adalah semangat, kreatif, dan inovatif.

Maka gerakan-gerakan itu harus mengekspresikan seorang pemuda yang sedang bersemangat, kreatif, dan memiliki inovasi. Contoh: gerakan beladiri.

...dan untuk kalimatnya kamu bisa memakai kata-kata dalam tema itu, atau kata-kata padanan yang sewarna dengan itu seperti optimis, pasti bisa, pantang menyerah, dll.

Memang proses yang satu ini sedikit sulit, namun pasti akan sangat berdampak pada performa paskimu di variasi. 

8. Tentukan sebuah Gong



Di dalam alunan musik gamelan, gong digunakan sebagai akhir sebuah deretan nada.

Sehingga, gong adalah titik klimaks atau puncak sebuah variasi.

Kamu harus membuat sebuah gong yang bisa membuat decak kagum penonton.

Suatu pose gerakan yang tidak bisa diduga dari awal variasi namun tetap berhubungan dengan tema.

Jika kamu berhasil membuat pose akhir ini, tandanya penonton akan riuh.

9. Susun gerakan-gerakan


Ketika kamu sudah memiliki semua hal di atas, susunlah segera gerakan-gerakan itu menjadi variasi.

Kamu bisa mencatatnya di kertas (atau cukup mengingatnya di dalam pikiran).

Meski pun tidak bisa menggambar, kamu bisa memberi nama pada setiap sesi gerakan.

Dengan konsekuensi, cuma kamu sajalah yang bisa mendeskripsikan kalimat-kalimat itu supaya menjadi sebuah variasi.

10. Tambahkan teriakan-teriakan



Ketika semua gerakan sudah selesai di buat, kamu bisa menambahkan teriakan-teriakan yang sesuai dengan tema dan gerakan.

Kamu jangan terpaku pada jumlah suku kata, namun pikirkanlah enak tidaknya sebuah kata diteriakkan sambil bergerak.

...enak nggak kata-kata itu didengarkan jika dipadukan dengan gerakan variasimu.

Ketika kamu sudah menemukan sebuah kalimat yang sesuai, kamu bisa mengajarkan itu ke pasukan.

Saatnya beraksi!



Habis sudah asetku kubagikan.

Sekarang, semuanya tergantung kamu, mau ambil opsi pertama atau kedua.

Tapi yang pasti, ketika kamu sudah melakukan 10 hal di atas, variasi yang kamu buat sudah bagus. 

Perkara menang atau kalah (jika lomba) itu urusan terakhir.

Yang penting kamu sudah buat variasi yang bagus dan berpotensi dikenal pebaris yang lain. 

Hmm.. Seandainya kamu bingung dalam proses pembuatan variasi tersebut bisa memberikan komentar di bawah atau menghubungi saya. 

Saya dengan senang hati akan menanggapi pernyataan dan pertanyaan kamu.

Tapi jika tidak mau komentar tidak mengapa. Yang penting, artikel ini dibagikan ke sosmedmu. ;)

Terima kasih.

Disqus Comments