Dahsyatnya Rupiah Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Dahsyatnya Rupiah Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Halo sobat, pada artikel kali ini, saya akan bahas mengenai Awal mulanya Rupiah ada di Indonesia dan sejak kapan mata uang rupiah berlaku di Indonesia. Selain itu, di artikel ini juga akan dijelaskan Dahsyatnya Rupiah yang bisa dijadikan Sebagai Alat Pemersatu Bangsa. Jadi, jangan sampai terlewat satu kata pun ya, Cinta Indonesia? Harusnya Cinta Rupiah juga... Hehehe...

Sebelum masuk ke inti pembahasan mengenai Dahsyatnya Rupiah Sebagai Alat Pemersatu Bangsa, ada baiknya sobat semua baca dulu beberapa point penting di bawah ini yang tentunya sangat berkaitan dengan Dahsyatnya Rupiah yang bisa dijadikan Sebagai Alat Pemersatu Bangsa, silahkan disimak dengan teliti.
  1. Tahukah Anda Berasal dari mana Kata 'Rupiah'?
    Ternyata, Rupiah berasal dari bahasa Mongolia yaitu 'rupia' (tanpa huruf h). Lalu mengapa di Indonesia menjadi Rupiah? Itu karena adanya pelafalan bangsa kita sendiri khususnya orang-orang Jawa.
  2. Tahukah Anda Kapan pertama kalinya Rupiah digunakan sebagai mata uang resmi?
    Ternyata, walaupun Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Rupiah baru mulai digunakan sebagai mata uang resmi sejak 2 November 1949.  Nama mata uang Indonesia sebelum Rupiah adalah ORI atau singkatan dari 'Oeang Repoeblik Indonesia'.Walaupun begitu, Mata Uang Rupiah juga sebelumnya pernah menjadi nama mata uang pada saat pemerintahan Dai Nippon.
  3. Tahukah Anda Bahan Apa yang digunakan untuk Membuat Rupiah?
    Mungkin sebagian besar pembaca pernah beranggapan bahwa Rupiah terbuat dari kertas, "Ya namanya juga uang kertas, pasti dibuatnya dari kertas", Mungkin kurang lebih seperti itu. Rupiah memang dibuat dari kertas namun tidak serta merta dibuat dengan bahan baku kertas yang biasa. Bayangkan saja, bila rupiah bahannya sama seperti kertas biasa mungkin akan mudah hancur dan rusak apabila terlipat atau terkena air, namun hal itu tidak terjadi pada rupiah. Mengapa demikian? karena dalam rupiah terkandung bahan-bahan khusus lainnya seperti serat kapas, bahan polimer seperti plastik dan bahan khusus lainnya.
  4. Tahukah Anda berapa Nilai Tukar Rupiah Saat Ini?
    Menurut wikipedia, terhitung bulan Februari 2017, nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS adalah Rp.13.300. Dan Nilai tersebut membuat Mata Uang Indonesia menjadi mata uang terendah ke lima di Dunia dan Kedua di Asia Tenggara. Urutan Mata Uang Terendah di Dunia adalah sebagai berikut:
    1. Rial (Iran)
    2. Dong (Vietnam)
    3. Dobra (Sao Tome)
    4. Rubel (Belarus)
    5. Rupiah (Indonesia)
    Sedangkan di Asia Tenggara adalah sebagai berikut:
    1. Dong (Vietnam)
    2. Rupiah (Indonesia)
  5. Tahukah Anda Mengapa Nilai Rupiah Bisa Turun?
    Nilai Rupiah bisa turun karena beberapa faktor di bawah ini:
    -Kurang baiknya nya perekonomian Indonesia.
    Mata Uang Rupiah termasuk dalam soft currency alias mata uang yang lebih mudah mengalami depresiasi atau perubahan nilai tukar mata uang terhadap mata uang negara lain yang statusnya ditetapkan oleh mekanisme pasar dan bisa disebabkan oleh perekonomian negara yang cenderung kurang baik. Contohnya seperti di negara-negara berkembang lainnya yang sering terjadi konflik maupun bencana alam. Hal tersebut menyebabkan kurs mata uangnya akan cenderung melemah, begitupun sebaliknya jika sentimen dunia baik terhadap negara berkembang maka kurs mata uangnya akan semakin menguat.

    -Capital flight (Pelarian Modal ke Luar Negeri).
    Modal yang ada di Indonesia terutama pada pasar finansial, kebanyakan adalah modal dari para investor asing. Sehingga, secara tidak langsung, nilai tukar Rupiah sedikit bergantung pada kepercayaan para investor asing terhadap prospek bisnis yang ada di Indonesia. Semakin baik iklim bisnis di Indonesia maka akan semakin banyak juga investor asing yang menanamkan modalnya sehingga nilai tukar Rupiah dapat terus menguat. Namun, jika semakin sedikit investasi asing, maka nilai rupiah otomatis akan melemah dan ini terjadi pada saat The Fed, Bank sentral AS mengeluarkan kebijakan tight money policy dan hal tersebut membuat investor menarik kembali investasinya yang ada di Indonesia untuk kembali ke dunia barat lagi (Capital Flight).

    -Ketidakstabilan Ekonomi dan Politik dalam Negeri Indonesia.
    Sebenarnya, inilah faktor yang paling mempengaruhi kurs Rupiah yaitu kondisi ekonomi dan Politik dalam Negeri Indonesia. Kualitas data perekonomian di Indonesia seperti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), Inflasi dan juga neraca perdagangan impor dan ekspor juga cukup berpengaruh. Begitu juga dengan ketidakstabilan politik yang terjadi di Indonesia seperti pemilihan kepala negara, polemik politik dan sebagainya yang menyebabkan nilai tukar mata uang Rupiah melemah bahkan anjlok drastis.

    -Kultur yang Konsumtif dan terbilang Boros.
    Kultur negara yang lebih cenderung konsumtif dan juga boros, serta kebijakan umum mengenai hutang piutang membuat pemerintah akan mengalami kesulitan ketika berhutang di dalam negeri, hal tersebut menyebabkan kekurangan yang terjadi akan ditutupi dengan cara berhutang ke luar negeri. Karena hutang pemerintah ke luar negeri harus dibayar dalam mata uang dolar maka sudah dapat dipastikan jika nilai tukar mata uang Rupiah akan ikut melemah terhadap Dollar.

    -Keadaan ekonomi Amerika Serikat yang stabil.
    Selain karena faktor di dalam negeri, penyebab menurunnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS juga ternyata disebabkan oleh kondisi perekonomian AS yang berpengaruh terhadap naik-turunnya kurs Rupiah. Seperti dalam 8 tahun kebelakang, kondisi ekonomi AS cukup stabil bahkan pertumbuhannya relatif pesat pada 6 tahun terakhir, hal tersebut digambarkan dalam kondisi tingkat pengangguran yang menurun dan inflasi yang rendah. Selain itu, ada juga rencana kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS, The Fed yang mana dalam 3 tahun ke depan akan dinaikkan menjadi sekitar 2,5-3% karena perekonomian AS yang meningkat, otomatis suku bunganya juga akan meningkat dengan sendirinya.
Dahsyatnya Rupiah Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Setelah membaca beberapa poin di atas, seharusnya kita sebagai Bangsa Indonesia sadar bahwa sampai saat ini Kecintaan Masyarakat Indonesia terhadap Rupiah masih kurang. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya Transaksi yang dilakukan di Indonesia menggunakan mata uang lain seperti Dollar. Padahal, apabila kita bisa mencintai Rupiah, Nilai Tukar Rupiah bisa terus meningkat. Nah pertanyaannya, apa dampak positif apabila nilai Rupiah bisa meningkat?

Banyak sekali dampak positif yang terjadi apabila Nilai tukar rupiah bisa meningkat, Yang pertama adalah Penguatan Rupiah akan membuat kewajiban bayar Utang dari dalam ke luar negeri juga anggaran subsidi mengalama penurunan. Dan yang lebih luar biasanya lagi, apabila nilai Rupiah menguat sekitar 100 Rupiah saja, hal tersebut bisa menghemat anggaran belanja negara sekita 400 miliar Rupiah.

Yang kedua, Penguatan Rupiah bisa mengurangi tekanan Inflasi yang berasal dari imported inflation. Penurunan Inflasi dari tahun ke tahun sedikitnya dipengaruhi oleh Kualitas Rupiah. Hal tersebut menjadi alasan Bank Indonesia untuk tidak menaikkan BI Rate yang bisa bersifat kontraproduktif terhadap bunga kredit yang dibutuhkan oleh Sektor Riil.

Yang ketiga, Peningkatan Kualitas Rupiah juga memberi keuntungan bagi Importir. Apalagi jika barang yang diimport tersebut merupakan barang-barang modal seperti mesin dan perlatan atau juga bahan baku seperti gandum. Hal tersebut membuat kapasitas produk perekonomian di Indonesia bisa ditingkatkan karena biaya produksi yang harus dikeluarkan secara relatif akan lebih murah.

Kembali ke tema, mengapa penulis berpendapat bahwa Rupiah Bisa dijadikan Sebagai Alat Pemersatu Bangsa? Penulis sempat mencari tahu sendiri Apa saja macam-macam alat pemersatu Bangsa yang diantaranya adalah sebagai berikut :

Alat-alat Pemersatu Bangsa:
  • Lambang Negara: Garuda Pancasila
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika : Berbeda-beda tapi Tetap Satu
  • Bendera Negara : Merah Putih
  • Lagu Kebangsaan : Indonesia Raya
  • Bahasa Nasional : Indonesia
Dalam ke lima poin di atas, tidak penulis temukan satupun artikel yang mengatakan bahwa Rupiah bisa dijadikan Alat Pemersatu Bangsa. Padahal, peluang Rupiah untuk bisa dijadikan alat pemersatu Bangsa sangatlah besar, mengingat Rupiah adalah mata uang resmi bangsa Indonesia yang harusnya seluruh kegiatan Transaksi di Indonesia dapat dilaksanakan dengan menggunakan Rupiah.

Dengan bertransaksi menggunakan rupiah, kita bisa membantu menjaga Harga Diri Bangsa agar tidak terus-terusan begantung pada Mata Uang Asing. Ingatlah bahwa semakin menurunnya Nilai Rupiah maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap Gaya Hidup Masyarakat di Indonesia yang akan ikut-ikutan untuk menukar Rupiah dengan Dollar. Sehingga lama-kelamaan Rupiah akan semakin terinjak-injak. Maka dari itu kita sebagai Bangsa Indonesia seharusnya bisa mencegahnya dengan cara yang sudah saya tuliskan di bawah ini.

Sebenarnya, upaya dalam menguatkan Rupiah sudah sering dilakukan oleh Pemerintah seperti Menjaga stabilitas Nilai Rupiah, Memperkuat Pengelolaan Likuiditas Rupiah, Memperkuat Pengelolaan Penawaran dan Permintaan Valuta Asing (VALAS) dan kebijakan-kebijakan lainnya. Namun, tahukah Anda bahwa kita sebagai masyarakat juga berperan penting dalam Menentukan Kualitas Rupiah? Lantas apa saja yang harus kita lakukan agar kita bisa menjaga Kualitas Rupiah? Berikut penjelasannya:

  1. Berani Memegang Rupiah
    Meskipun sampai saat ini kita semua tahu bahwa Nilai Rupiah sedang jatuh-jatuhnya, tapi kita harus tetap percaya bahwa Nilai Rupiah tidak akan terus menerus jatuh. Cepat atau lambat kita harus yakin bahwa nilai Rupiah akan kembali meningkat seiring berjalannya waktu. Jadi, makna memegang rupiah disini bukan serta merta memegang Uang yang sesungguhnya, tapi bisa berupa tidak ikut-ikutan menukar uang rupiah dengan Dollar seperti yang dilakukan sebagian orang.
  2. Membeli dan Menggunakan Produk Lokal
    Mengurangi konsumsi penggunaan Produk Luar Negeri memiliki peran penting juga dalam meningkatkan kualitas Rupiah. Hal tersebut terjadi karena ketergantungan kita terhadap mata uang asing seperti dollar atau mata uang asing lainnya akan berkurang sehingga membuat Nilai Rupiah akan semakin meningkat.
  3. Jangan Ambil Keuntungan Saat Rupiah Anjlok
    Kekuatan Dollar membuat sebagian orang tertarik untuk menukar Rupiah menjadi Dollar. Harapannya tentu agar mereka bisa mendapatkan keuntungan apabila suatu saat Rupiah kembali Anjlok. Cukup sulit memang untuk mengikuti langkah ini, tentunya membutuhkan nilai nasionalisme yang tinggi agar tidak tergoda untuk ikut-ikutan Menukar Rupiah ke Dollar demi Keuntungan semata. Ingatlah bahwa masih banyak strategi investasi lain yang bisa digunakan selain Memanfaatkan keterpurukan Rupiah.
  4. Perbanyak Transaksi dengan Menggunakan Rupiah
    Dengan memperbanyak transaksi dengan Rupiah, kita juga bisa berperan dalam menentukan Kualitas Rupiah. Sebenarnya, ada suatu cara agar Penggunaan rupiah bisa meningkat yaitu dengan Memaksa penggunaan Rupiah itu sendiri.
    Hal tersebut bisa diterapkan dalam sektor Pariwisata, yang dimana biasanya transaksinya lebih banyak menggunakan Mata Uang Asing terutama di tempat yang sering dikunjungi oleh Wisatawan Luar Negeri.
    Andai saja ada regulasi yang mewajibkan penggunaan Rupiah pada tempat-tempat tersebut sebagai media transaksinya. Hal tersebut pasti bisa membantu meningkatkan kualitas dari Rupiah itu sendiri.
Ingatlah bahwa semua poin di atas bisa kita lakukan mulai dari diri kita sendiri. Bayangkan apabila kita semua dapat melakukan semua poin di atas dan Kualitas Rupiah bisa menjadi lebih baik. Mungkin masyarakat Indonesia tidak akan lagi tergiur untuk menggunakan Uang Asing demi keuntungan semata atau untuk jaga-jaga karena takut nilai Rupiah turun kembali.

Selain itu, bukankah kita semua ketahui bahwa di Mata Uang Rupiah yang kita milikki terdapat gambar-gambar pahlawan serta kebudayaan-kebudayaan yang hanya ada di Indonesia. Dengan demikian, kita yang awalnya belum mengetahui pahlawan-pahlawan dan kebudayaan tersebut menjadi lebih tahu dan lebih mengenalnya. Hal tersebut tentu sangat berperan penting dalam Keutuhan Bangsa Indonesia.

Sama halnya seperti 'Bahasa'. Bahasa persatuan di Indonesia adalah 'Bahasa Indonesia'. Seperti yang kita ketahui ada banyak sekali ragam Bahasa yang ada di Indonesia, sepeti Jawa, Sunda, Betawi dan sebagainya yang pastinya berbeda-beda. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena Indonesia memiliki satu Bahasa Kesatuan yaitu 'Bahasa Indonesia'

Begitupun dengan Mata Uang. Banyak sekali mata uang yang ada di muka bumi ini, dan kita semua bisa menggunakan Mata Uang manapun yang kita inginkan dengan cara mengkonversi atau menukarnya. Namun diluar itu, ingatlah bahwa kita tinggal di Negara Indonesia yang Menjungjung tinggi Kesatuan dan Persatuan Bangsa. Janganlah ragu untuk menggunakan Rupiah karena Rupiah adalah mata uang kita semua.

Bukankah suatu hal yang miris apabila kita sebagai Bangsa Indonesia tidak menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran? Apalagi jika kita malah menerima keuntungan dari jatuhnya Rupiah? Bukankah Kita tahu bahwa Jatuhnya Rupiah adalah bencana bagi Negara Indonesia? Jika sudah mengetahuinya, bukankah hal yang tidak pantas apabila kita Memanfaatkan keterpurukan Bangsa Sendiri demi keuntungan Pribadi? Dimana Jiwa Nasionalisme Kita semua?

Jadi, pesan penulis adalah, Cintailah Rupiah sebagaimana kita mencintai Bahasa kita, Bahasa Indonesia. Cintailah Rupiah sebagaimana kita Mencintai Lambang Negara Kita, Garuda Pancasila. Cintailah Rupiah sebagaimana kita mencintai Bendera Negara Kita, Bendera Merah Putih. Cintailah Rupiah sebagaimana kita mencintai Lagu Kebangsaan Kita, Lagu Indonesia Raya. Dan Cintailah Rupiah sebagaimana kita mencintai Tanah Air Tercinta ini, Tanah Air Indonesia.

Sekian untuk artikel kali ini, semoga dengan dibuatnya artikel ini dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan kita semua terhadap Rupiah. Silahkan dikoreksi apabila ada salah-salah kata. Terimakasih, dan semoga bermanfaat!

#CintaRupiahCintaIndonesia

Share Artikel:

Artikel Pilihan:

Disqus Comments