Piala Tertukar, Kesalahan Hasil Rekap Mewarnai LKBB ASSAKINAH FAIR 2017

Piala Tertukar, Kesalahan Hasil Rekap Mewarnai LKBB ASSAKINAH FAIR 2017

Paskibra Smpn 2 Ngamprah, di Lkbb Assakinah Fair 2017

Hal yang tak terduga terjadi di Lkbb kali ini yang di selenggarakan oleh Yayasan Assakinah Sejahtera dimana Hasil Rekap yang seharusnya benar dan sudah fix ternyata harus dirubah lagi karena ada beberapa kesalahan dalam urutan Juara.

Pada mulanya, panitia lomba mengumumkan daftar juara-juaranya mulai dari Juara kategori danton terbaik, vafor terbaik dan pbb terbaik. Lalu dilanjutkan dengan Juara yang diperoleh dari total nilai yang ada seperti juara harapan bina sampai dengan juara harapan 1 utama. Sampai saat itu semua terkendali dan terlihat seperti tidak ada kejanggalan sama sekali karena ketika diumumkan, yang dipanggil ke depan hanyalah nama Sekolahnya saja. Tidak dengan Nomor urut tampilnya. Sehingga seluruh pelatih dari semua sekolah pun tidak merasa ada kejanggalan.

Sampai akhirnya, tiba - tiba saja panitia memberikan hasil rekap seluruh peserta ke setiap pelatih, sehingga pelatih dapat melihat nilai anak didiknya maupun nilai peserta lainnya. Disinilah letak kejanggalannya mulai terlihat. Di awali dengan Pelatih SMPN 1 Ngamprah yang melakukan Protes. Pelatih smpn 1 ngamprah menyatakan bahwa nomor urut 17 adalah smpn 1 Ngamprah dan seharusnya mendapatkan juara utama 3. Namun di kertas tertulis  juara utama 3 yang didapat Nomor urut 17 adalah SMPN 2 Ngamprah. Setelah diselidiki. Ternyata nomor urut dan total nilainya sudah benar. Namun yang tertukar adalah Nama sekolahnya. Sehingga akhirnya smpn 1 ngamprah mendapatkan juara 3 utama. Dan SMPN 2 Ngamprah yang bernomor urut 30 hanya mendapat Harapan 1 Utama.

Kesalahan lainnya pun mulai terlihat, yaitu ada lagi Nama sekolah yang tertukar antara Smpn 2 ngamprah dan Smpn 1 cikalong wetan. Selain itu, nilai danton terbaik pun tidak ketinggalan ikut tertukar.

Yang menjadi masalah adalah, kesalahan hasil rekap tersebut terlihat saat pengumuman hasil rekap sedang diumumkan, bahkan hanya tinggal menyisakan juara utama dan juara umum saja. Hal tersebut merupakan kesalahan fatal karena piala yang sebelumnya sudah dibagikan harus ditarik kembali dan harus diumumkan ulang.

Satu lagi kesalahan fatal adalah hasil rekap tersebut sudah ditandatangani oleh Juri Utama dan Team Rekap. Yang berarti seharusnya sudah FIX dan TIDAK BISA DIUBAH LAGI APAPUN ALASANNYA. Namun karena kurang telitinya dari pihak panitia maupun team rekap, hasil rekap yang sudah ditanda tangani tidak ada artinya lagi.

Hal seperti ini sebenarnya pernah terjadi di Lkbb lainnya. Yang masih penulis ingat salah satunya adalah pada saat Lkbb di Nurtanio Bandung 2016. Kesalahan lebih fatal terjadi disitu, dimana urutan juara terbalik. Sehingga yang seharusnya mendapatkan juara 1 utama malah mendapatkan juara Favorit dan yang harusnya mendapatkan Juara Favorit malah menjadi Juara 1 Utama. Begitu pun dengan piala yang lainnya. Contohnya seperti ini :
Juara 1 utama : A
Juara 2 utama : B
Juara 3 utama : C

Namun ketika diumumkan malah seperti ini
Juara 1 utama : C
Juara 2 utama : B
Juara 3 utama : A

Parahnya lagi. Hal tersebut diketahui pada saat seluruh pengumuman hasil lomba selesai dan sebagian peserta sudah meninggalkan tempat lomba. Sehingga pihak panitia harus kembali mengambil piala yang tertukar ke tiap sekolah pada keesokan harinya untuk menukarnya dengan Piala yang sesungguhnya.

Kejadian ini harus bisa menjadi pelajaran untuk Akang/teteh yang akan mengadakan lomba. Jangan sampai pelaksanaan lomba yang sudah lancar dan fair play. Harus tercoreng hanya karena hal yang kecil yaitu kesalahan hasil rekap nilai.

Sekian untuk artikel kali ini dan silahkan dishare jika merasa bermanfaat. Terimakasih



Share Artikel:

Artikel Pilihan:

Disqus Comments