Soal UN SMA Bahasa Indonesia Terbaru dan Pembahasannya

Diposting pada

Ujian Nasional sebentar lagi akan tiba. Sobat pelajar semua mau tidak mau seharusnya sudah mulai mencari bahan ajaran bahkan dari jauh-jauh hari sebelum Ujian Nasional akan dilaksanakan. Karena itu, kali ini seciko akan share Soal UN SMA Bahasa Indonesia Terbaru dan Pembahasannya.

Salah satu mata pelajaran atau mapel yang diujikan pada Ujian Nasional adalah Matematika. Karena hal tersebut, maka dalam artikel kali ini, penulis berusaha membantu para peserta didik yang duduk di bangku SMA/MA untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN) Bahasa Indonesia SMA Program Studi IPA tahun 2018.

Soal yang di persiapkan tentu saja adalah soal yang pernah diujikan sebelumnya. Soal UN SMA Bahasa Indonesia Terbaru dan Pembahasannya yang kami hadirkan berasal dari Ujian Nasional mapel terkait yang diujikan pada tahun 2017 lalu. Dengan demikian, maka Soal UN SMA Bahasa Indonesia Terbaru dan Pembahasannya yang kami share tentu saja memenuhi aspek validitas empirik dan layak digunakan sebagai sarana bagi para peserta didik untuk mempersiapkan Ujian Nasional secara tertukur.

Keyword: soal un bahasa indonesia sma 2015 dan pembahasannya,pembahasan un bahasa indonesia sma 2014/2015,soal un bahasa indonesia sma 2013 dan pembahasannya,pembahasan soal un bahasa indonesia sma,pembahasan soal un bahasa indonesia sma 2014 pak anang,soal un bahasa indonesia sma tahun 2015 dan pembahasannya,soal un bahasa indonesia sma 2016 dan pembahasannya,kumpulan soal bahasa indonesia sma dan kunci jawaban, 2018

 

SKL 1

Menentukan isi/fakta/opini/arti kata/kalimat, rangkuman suatu bacaan/teks

Untuk menemukan kalimat fakta dan pendapat yang perlu diperhatikan adalah ciri-ciri dari kedua kalimat tersebut.

Ciri-ciri kalimat fakta :

  1. nyata
  2. jelas
  3. objektif
  4. tidak bisa dibantah

Sedangkan ciri-ciri kalimat pendapat adalah kebalikannya :

  1. tidak nyata/pendapat seseorang
  2. tidak jelas
  3. subjektif
  4. dapat dibantah kebenarannya

Contoh soal

  1. Udara di Bogor terasa dingin. (2) Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya. (3) Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai 24ºC. (4) Data tingkat suhu udara ini, terdapat di papan informasi pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.
    Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor …
    A. (1) dan (2)
    B. (2) dan (3)
    C. (1) dan (3)
    D. (2) dan (4)
  2. (3) dan (4)

KUNCI JAWABAN : A

PEMBAHASAN :

Kalimat pendapat merupakan kalimat berisi pendapat dan bersifat subjektif yang memiliki lebih dari satu kemungkinan kebenaran sesuai data pada teks.
Kata kunci: … ”terasa” (kalimat 1) dan ”melebihi … sebelumnya” (kalimat .2)

  1. (1) Pemkot Depok telah menertibkan 700 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar dagangannya di pinggir jalan. (2) Hal ini dinilai sebagai penyebab kemacetan. (3) Di samping itu, keberadaan PKL juga dianggap menimbulkan kesan semrawut. (4) Penertiban yang berlangsung tanggal 26 Desember itu disambut dengan senang oleh para pengguna jalan.Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor ….
    A. (1) dan (2)
    B. (1) dan (4)
    C. (2) dan (3)
    D. (3) dan (4)Kunci Jawaban : C
    Pembahasan :
    Pendapat=opini adalah pikiran atau anggapan seseorang terhadap sesuatu. Orang yang satu dengan yang lain dapat berbeda pendapat bergantung pada pandangan, pendirian, atau penilaiannya.
    Pada paragraf tersebut terdapat opini atau pendapat, yaitu kalimat (2) Hal ini dinilai sebagai penyebab kemacetan. (3) Di samping itu, keberadaan PKL juga dianggap menimbulkan kesan semrawut.
    Kata kuncinya: dinilai dan dianggap
  2. Sulit meminta maaf dan sulit memberi maaf sesungguhnya merupakan sifat manusia pada umumnya. Namun, peluang untuk meminta maaf dan memberi maaf pastilah selalu ada. Jika setiap orang bersedia memberi maaf alangkah tenteram dan nikmatnya kehidupan di muka bumi ini. Lebih dari itu, apabila setiap orang sadar bahwa memberi maaf itu bahkan lebih mulia nilainya daripada meminta maaf.
    Pendapat yang tepat sesuai paragraf di atas adalah . . . .
    a. Memberi maaf dan meminta maaf merupakan sikap yang baik.
    b. Meminta maaf lebih mulia daripada memberi.
    c. Sulit bagi kita meminta maaf lebih dahulu.
    d. Kita jangan meminta maaf jika tidak bersalah.

KUNCI JAWABAN : a

PEMBAHASAN : karena pada kalimat ”Jika setiap orang bersedia memberi maaf alangkah tenteram dan nikmatnya kehidupan di muka bumi ini .” menunjukkan bahwa Memberi maaf dan meminta maaf merupakan sikap yang baik.

SKL 2

Menentukan kalimat utama/ide pokok/ kalimat penjelas

Gagasan utama juga disebut gagasan pokok, atau ide pokok. Ide pokok adalah ide/gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf, maka dalam satu paragraf hanya ada satu gagasan utama. Ide pokok terdapat dalam kalimat utama.

Sebuah paragraf tersusun atas kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama juga sering disebut sebagai  kalimat topik. Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Kalimat penjelas yaitu kalimat yang isinya  memperjelas, menguraikan, atau berupa rincian-rincian tentang kalimat utama.

Contoh soal

  1. (1) Selama Mei 2010 ini Aremania mengumpulkan dana sumbangan. (2) Dana itu digunakan untuk membeli bahan-bahan kebutuhan hidup, seperti beras, gula, teh, kopi, mie instan, dan lain-lain. (3) Setelah itu, bahan-bahan tersebut mereka bagi-bagikan ke berbagai panti asuhan. (4) Hal itu membuktikan, Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial.

Gagasan utama paragraf diatas adalah . . .

  1. (1)
  2. (3)
  3. (2)
  4. (4)
  5. (1) dan (4)

KUNCI JAWABAN : D

PEMBAHASAN :

Gagasan utamanya adalah Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial (4) karena kalimat ini diperjelas oleh kalimat-kalimat yang lain. Kalimat 1, 2, dan 3 adalah gagasan penjelas karena isinya memperjelas gagasan kalimat 4.

  1. Musim kompetisi 2006/2007 belum juga berakhir, tetapi Inter Milan sudah mendapatkan pemain baru. Adalah Ederson Honorato yang berhasil didatangkan juara Liga Italia musim lalu itu. Sebelumnya, penyerang asal Brasil itu memperkuat Nice. Ederson yang berusia 21 tahun itu bergabung dengan Nice dua musim lalu. Saat itu, Inter Milan sebenarnya sudah berniat membawanya ke Stadion San Siro, namun Nice lebih menjadi pilihan Ederson. Kalimat utama paragraf tersebut adalah …
    A. Musim kompetisi 2006/2007 belum juga berakhir, tetapi Inter Milan sudah mendapatkan pemain baru.
    B. Ederson Honorato sebelumnya memperkuat Nice, berhasil didatangkan juara Liga lalu.
    C. Ederson Honorato yang berusia 21 tahun itu bergabung dengan Nice dua musim lalu.
    D. Inter Milan sebenarnya sudah berniat membawanya ke Stadion San Siro namun Nice lebih menjadi pilihan Ederson.
    E. Inter Milan sebenarnya sudah berniat merekrut Ederson Honorato, tetapi baru tahun ini tercapai.

KUNCI JAWABAN : A

PEMBAHASAN : Karena kalimat kedua dan seterusnya merupakan kalimat penjelas.

SKL 3

Menentukan isi dan simpulan grafik/tabel

Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar sejumlah data informasi yang berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem. Informasi pada tabel di tulis urut kebawah di deret tertentu dengan garis pembatas sehingga mudah dipahami. Tabel menyajikan data yang dapat diklasifikasikan secara sistematik dalam jumlah menurut kesatuan tertentu.

Grafik merupakan visualisasi tabel. Tabel yang berupa angka-angka dapat disajikan dalam bentuk gambar yang di sebut grafik.

Kesimpulan/Simpulan merupakan ikhtisar atau pendapat terakhir berdasarkan uraian sebelumnya.

  1. Cermatilah grafik berikut!Simpulan isi grafik tersebut yang tepat adalah …
    a. Koperasi Siswa SMP Kartika tahun 2006 mengalami kenaikan.
    b. Perkembangan koperasi SMP Kartika setiap tahun meningkat.
    c. Koperasi siswa SMP Kartika mengalami kenaikan dari tahun 2002 s.d. 2003.
    d. Koperasi siswa SMP Kartika mengalami kenaikan drastis pada tahun 2007.
    e. Koperasi siswa SMP Kartika mengalami penurunan pada tahun 2003-2005.

KUNCI JAWABAN : D

PEMBAHASAN :

Mengalami kenaikan 300 ribu dari 300-600

  1. Soal 5: Perhatikan tabel berikutInformasi yang sesuai dengan tabel tersebut adalah…
    A. Jumlah pasien rawat jalan selalu meningkat setiap tahun.
    B. Jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap cenderung meningkat.
    C. Setiap tahun jumlah pasien rawat inap cenderung menurun.
    D. Pasien rawat inap mendapat pelayanan yang baik

KUNCI JAWABAN : C

PEMBAHASAN : karena pilihan A,B dan D tidak sesuai dengan tabel pada soal.

SKL 4

Menentukan persamaan topik/perbedaan aspek pembahasan dari dua artikel

Contoh soal

Arikel 1

Indonesia punya menu ayam goreng yang rasanya sangat lezat. Yaitu, ayam goreng Kalasan. Ayam goreng Kalasan ini rasanya sangat gurih. Ada bumbu kriuk yang selalu setia menemani ayam goreng kampung ini. Salah satu perbedaan yang paling penting ayam goreng Kalasan menggunakan ayam kampung. Ayam Kalasan ini dimasak dengan aneka rempah khas Indonesia. Pasti lebih sehat karena tanpa penyedap rasa yang berlebihan.

Arikel 2

Rendang adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakaan khas dari Sumatera Barat ini sangat digemari semua kalangan. Tidak saja masyarakat Indonesia bahkan luar negeri pun menggemarinya. Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa. Rendang menggunakan bumbu khas Indonesia. Bumbu tersebut yaitu cabai, lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lain

  1. Persamaan ide kedua artikel tersebut adalah …
  2. Masakan Indonesia yang digemari  masyarakat luar negeri
  3. Masakan yang tidak menggunakan penyedap rasa.
  4. Masakan-masakan khas Indonesia
  5. Wisata kuliner Indonesia

Kunci jawaban : C

Pembahasan : karena kedua artikel membahas tentang masakan khas Indonesia.

 Bacalah dua kutipan teks berita dibawah ini!

Kutipan Berita Teks 1

Direktorat Jendral Pemasyarakatan, Kementrian Hukum dan HAM terus mengkaji penghapusan remisi (potongan tahanan) bagi para terpidana koruptor. Diharapkan dalam waktu dekat sudah dapat diselesaikan pengkajiannya.

Kutipan Teks Berita 2

Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Andi Tumpa, menilai penghapusan remisi terhadap narapidana koruptor tidak tepat karena setiap narapidana berhak mendapatkan remisi sesuai undang-undang yang mengatur remisi.Penjelasan tersebut dilontarkan di Gedung MA pada hari Selasa.

  1. Perbedaan penyajian teks berita tersebut adalah . . . .
 Teks Berita 1Teks Berita 2
A.      Siapa, apa, kapanSiapa, mengapa, dimana, kapan
B.Siapa, bagaimana, kapanSiapa, mengapa, dimana, kapan
C.Apa, siapa, kapanApa, mengapa, kapan, dimana
D.Apa, mengapa, dimanaApa, siapa, kapan, dimana

Jawaban : A

Pembahasan : Karena sesuai dengan urutan ilustrasi, yaitu :

Teks berita 1

  • Siapa : Direktorat Jendral Pemasyarakatan, Kementrian Hukum dan HAM
  • Apa : terus mengkaji penghapusan remisi (potongan tahanan) bagi para terpidana koruptor
  • Kapan : dalam waktu dekat

Teks berita 2

  • Siapa : Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Andi Tumpa
  • Mengapa : karena setiap narapidana berhak mendapatkan remisi seseuai undang-undang yang mengatur remisi
  • Dimana : Gedung MA
  • Kapan : pada hari Selasa

SKL 5

Menentukan isi / keteladanan / keistimewaan dalam teks biografi tokoh

Biografi adalah tulisan tentang perjalanan hidup tokoh-tokoh terkenal. Selain biografi, kita juga mengenal istilah Otobiografi. Keduanya sama saja, merupakan tulisan tentang perjalanan hidup seseorang. Perbedaannya adalah: Biografi ditulis oleh orang lain sedangkan Otobiografi ditulis oleh yang bersangkutan (maksudnya, kisah hidup tersebut ditulis oleh si tokoh itu sendiri).
Dalam materi (KD) menentukan hal-hal yang dapat diteladani dari kutipan teks biografi, kalian akan belajar dari tokoh mengenai hal-hal yang patut diteladani dan menyimpulkan keunggulan tokoh tersebut.

Selain kegiatan pembelajaran menentukan hal-hal yang dapat diteladani dari kutipan buku biografi (yang dibaca) ini, kalian juga akan melakukan kegiatan berbicara yaitu menceritakan tokoh idola.

Contoh soal :

Bacalah teks berikut dengan saksama!

Wage Rundolf Supratman lahir pada tanggal 9 Maret 1903 di Sumogari. Supratman sangat pandai bermain sandiwaradan mahir bermain alat musik. Setiap waktu luang, ia memanfaatkan untuk bermain musik terutama biola.

Keberaniannya mengutarakan pendapat membuat ia di angkat menjadi pembantu surat kabar Kaoum Moeda di Bandung. Meskipun gaji yang diperolehnya kecil, ia puas karena ia dapat mengutarakan pendapat serta pikiran dalam tulisan-tulisannya. W.R. Supratman menulis dan mengubah lagu-lagu perjuangan untuk mengabarkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air.Ia dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada saat ia diminta mendengarkan lagu Indonesia Raya, dan semua hadirin berdiri khidmat, hal itulah yang tak terlupakan bagi dirinya. Ia bekerja tanpa pamrih. Dalam hidupnya, ia lebih suka memberi dari pada menerima.

  1. Hal yang dapat diteladani dari tokoh tersebut adalah . . . .
  2. Menjadi pembantu surat kabar
  3. Mendengarkan lagu-lagu
  4. Suka memberi daripada menerima
  5. Mempunyai pengalaman tak terlupakan

Jawaban : C

Pembahasan : Karena hal yang dapat diteladani dari tokoh Ki Hajar Dewantara adalah dia suka memberi dari pada menerima.

Bacalah dengan seksama biografi berikut!

Subagio Sastrowardoyo

Subagio Sastrowardoyo adalah seorang penyair terkemuka Indonesia. Sajak dan Kumpulan sajaknya beberapa kali mendapat penghargaan. Tahun 1966 dan 1967, sajaknya yang berjudul ”Dan Kematian Makin Akrab” merupakan pemenang hadiah majalah Horison. Tahun 1971, Subagio menerima Anugerh Seni untuk sajaknya ”Daerah Perbatasan” ( 1970 ). Tahun 1991, Subgio menerima Hadiah Sastra ASEAN untuk kumpulan sajaknya Simfoni Dua ( 1990 ).

Dalam buku Sastra Indonesia Modern II ( 1957 – 1989 ), Prof. Dr.Teeuw mengatakan , ”Subagio adalah cendikiawan yang bacaannya sangat luas seperti tercermin dalam sajak-sajaknya dan juga dari tulisan-tulisan kritiknya.” Bahkan, lebih lanjut ahli satra itu menyatakan, ” Di antara semua penyair Indonesia modern, memang dialah yang paling menarik bagi saya”.

  1. Hal yang perlu diteladani dari tokoh Subagio Sastrowardoyo adalah . . . .
  1. Subagio Sastrowardoyo adalah seorang penyair terkemuka Indonesia.
  1. Sajak dan kumpulan sajaknya beberapa kali mendapat penghargaan.
  1. Lewat karyanya, ia mengharumkan nama bangsa dan negara.
  1. Subagio adalah cendekiawan yang bacaannya sangat luas.
  1. Subagio sangat disegani di kalangan sastrawan.

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : subagio satrawardoyo dalam kutipan biografi banyak mendapatkan banyak penghargaan yang mengharumkan nama bangsa.

SKL 6

Menentukan masalah / tujuan penulis / opini penulis / keberpihakan dalam teks editorial

Teks editorial atau tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar itu diterbitkan. Dalam tajuk rencana biasanya diungkapkan adanyainformasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan, dan harapan redaksi akan peran serta pembaca.

SIFAT TAJUK RENCANA :

  1. Krusial dan ditulis secaea berkala.
  2. Isinya menyikapi situasi nyang berkembang di masyarakat.
  3. Memiliki karakter atau konsistensi yang teratur kepada pembacanya.
  4. Terkait erat dengan policy media atau kebijakan media yang bersangkutan.

Contoh Soal :

Bacalah kutipan tajuk rencana berikut!

(1) Kita pertanyakan keseriusan pemerintah menyediakan infrastruktur dan sarana transportasi publik, khususnya angkutan darat. (2) Sampai kini, belum terlihat upaya signifikan ke arah itu. (3) Bahkan, kita melihat kemacetan parah setiap saat di kota-kota besar, khususnya di Jakarta. (4) Kegagalan pemerintah di sektor transportasi publik itulah pemicu konsumsi BBM semakin melonjak. (5) Buktinya, sektor transportasi darat menyedot 90 persen BBM bersubsidi, mobil pribadi mengonsumsi 53 persen dan sepeda motor 40 persen. (6) Menggunakan kendaraan pribadi walau ongkos mahal menjadi pilihan efektif ketika solusi alternatif bagi masyarakat tidak tersedia. (7) Kita ingatkan, jangan sampai pemerintah ingin menghemat anggaran subsidi demi APBN lantas masyarakat berkorban berkali-kali lipat karena kehilangan kesempatan peningkatan produktivitas, akibat kelangkaan BBM yang merugi, melainkan secara umum pertumbuhan ekonomi pun terhambat.

  1.  Masalah dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah …
  2. Pemerintah tidak serius dalam menyediakan infrastruktur dan sarana transportasi publik.
  3. Kegagalan pemerintah di sektor transportasi publik memicu konsumsi BBM semakin melonjak.
  4. Kemacetan lalu lintas parah terlihat pada setiap saat di kota-kota besar, khususnya di Jakarta.
  5. Pemerintah ingin menghemat anggaran subsidi APBN, tetapi dalam kenyataannya malah sebaliknya.
  6. Pertumbuhan ekonomi terhambat dan terjadi kelangkaan BBM karena pemerintah menaikkan harga BBM.

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : karena berbagai masalah dalam tajuk rencana di atas disebabkan oleh ketidakseriusan pemerintah dalam menyediakan transportasi publik.

  1. Opini penulis dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor ….
  2. (1) dan (2)
  1. (2) dan (4)
  1. (3) dan (4)
  1. (5) dan (6)
  1. (6) dan (7)

Kunci Jawaban : E

Pembahasan : kalimat keenam dan ketujuh merupakan hasil pemikiran penulis.

SKL 7

Menentukan kalimat simpulan paragraf deduktif/induktif

Simpulan adalah hasil dari menyimpulkan (kesimpulan).

Kesimpulan adalah ikhtisar, pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya, dan keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif. (Sumber: KBBI).

Metode Analisis:

         1          

         2          

         3          

         4          

         5          

Keterangan:

Pada bagan di atas, sebuah paragraf diibaratkan terdiri dari lima kalimat. Untuk menemukan simpulan dan isi paragraf tersebut, perhatikan langkah-langkah berikut ini:

  1. Fokuskan perhatian kita pada kalimat terakhir (no.5), jika kalimat terakhir tersebut

    mencakup keseluruhan ide pada paragraf tersebut, maka kalimat terakhir tersebut

    merupakan Simpulan dari paragraf tersebut.

  1. Jika, pada kalimat terakhir tidak mencerminkan ide yang mencakup seluruh gagasan

    dari paragraf tersebut, maka pengambilan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan

    kata-kata kunci yang tersebar pada seluruh paragraf tersebut. Simpulan juga dapat

    diketahui dengan menggunakan pertanyaan, Apa yang dibicarakan di dalam paragraf

    tersebut.

Contoh soal :

  1. Bacalah kutipan teks berikut!

Sebuah Negara perlu diatur dengan sistem pemerintahan yang dianggap bisa mengatasi dan mengayomi masyarakat.Salah satu sistem pemerintahan tersebut adalah demokrasi.Bagi Negara yang masyarakatnya berpendidikan cukup, sistem demokrasi bisa memajukan Negara.Namun, bagi Negara yang masih perlu pendidikan, demokrasi adalah suatu bencana.

  1. Simpulan paragraf tersebut adalah . . . .
  2. Sistem pemerintahan bisa mengayomi masyarakat
  3. Sistem pemerintahan adalah demokrasi
  4. Sistem demokrasi memiliki kelemahan dan kelebihan
  5. Sistem demokrasi bisa memajukan negara

Jawaban : C

embahasan : karena dalam kutipan di atas sistem demokrasi ditentukan oleh suatu negara itu.

Karena disimpulkan dari fakta kalimat 2, 3, dan 4

Bacalah kutipan paragraf berikut!

Puluhan hektare tanaman padi yang telah menguning habis dilalap banjir. Puluhan ribu tanaman cabe yang mulai dipetik petani tidak bisa juga terhindar dari ancaman bencana ini, meski area tanaman sedikit lebih tinggi daripada tanaman padi. Bahkan, tanaman sayuran yang berada di lahan satu meter lebih tinggi dan tinggal beberapa hari lagi siap dipanen, juga tergenang air akibat banjir.

  1. Simpulan secara generalisasi yang sesuai dengan paragraf di atas adalah . . . .
  2. Banjir kali ini telah memusnahkan tanaman yang siap dipanen.
  3. Semua tanaman milik petani tak ada yang tersisa akibat banjir.
  4. Puluhan hektare lahan pertanian tergenang air akibat banjir.
  5. Lahan pertanian menjadi korban utama dari bencana bnjir.
  6. Tak terhitung kerugian yang diderita petani akibat bencana banjir

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : tanaman petani yang berada di lahan tinggi dan tinggal beberapa hari lagi siap dipanen tergenang air akibat banjir.

SKL 8

Melengkapi berbagai jenis paragraf (deskripsi/eksposisi/argumentasi/persuasi/silogisme/analogi/generalisasi) dengan kalimat yang tepat

Untuk dapat melengkapi berbagai jenis paragraf, sebelumnya anda ketahui terlebih dahulu pengertiannya.

Pengertian  paragraf deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi, silogisme, analogi, generalisasi adalah sebagia berikut :

  1. Deskrisi

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan memberikan kesan kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, dan peristiwa. Paragraf ini membuat pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasakan atau terlibat lansung dalam peristiwa yang diuraikan penulis.

  1. Eksposisi

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang menyampaikan informasi dengan memaparkan, menjelaskan, mengajarkan dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.

  1. Argumentasi

Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi atau opini kepada pembaca. Untuk meyakinkan pembaca, penulis menyertakan bukti, contoh dan berbagai alasan yang sulit dibantah.

  1. Persuasi

Paragraf persuasi merupakan kelanjutan dari paragraf argumentasi. Paragraf ini mula-mula memaparkan gagasan dengan alasan, bukti atau contoh untuk meyakinkan pembaca. Kemudian diikuti dengan ajakan, bujukan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca.

  1. Silogisme

Silogisme adalah suatu argumen yang bersifat deduktif yang mengandung tiga proporsi kategori yakni dua premis dan satu kesimpulan.

  1. Generalisasi

Generalisasi ialah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejaladengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan umum.

  1. Analogi

Analogi ialah sebuah proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal akan berlaku pula untuk satu hal yang lain.

Bacalah kutipan paragraf berikut!

Jadi, Saudara-saudara, beribadahlah secara benar. Jauhilah perbuatan yang dilarang Allah agar kita sama semua selalu berupaya untuk tidak melakukan perbuatan dosa kepada Allah dan orang lain.

. . . . Bukankah melakukan ibadah itu sebenarnya untuk mencegah orang melakukan perbuatan keji dan mungkar ?

  1. Kalimat persuasif yang tepat untuk melengkapi paragraf rumpang tersebut adalah . . . .
  1. Marilah kita beribadah dengan sekuat tenaga agar masa depan cerah.
  2. Marilah kita menjauhi perbutan yang tidak benar dan tidak terpuji.
  3. Marilah kita saling membantu, menyayangi, dan menghormati.
  4. Marilah kita merenungkan perbuatan baik yang telah kita lakukan.
  5. Marilah kita membersihkan harta dan pikiran yang kotor.

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : karena pilihan A lebih tepat dari pilihan yang lain.

Cermatilah paragraf berikut!

Lembah Harau, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat merupakan jurang yang besar dengan diameter mencapai 400 meter. Di Harau ini banyak keindahan yang memukau. Tebing-tebing granit menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. … Dari mulai memasuki Lembah Harau, pengunjung sudah menikmati tebing-tebing granit ini.

  1. Kalimatdeskripsiyang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang dalam paragraf tersebut adalah ….
    A. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80-300 meter.
    B. Sebagian pemanjat tebing dunia telah mengunjungi tempat ini untuk dipanjatnya.
    C. Banyak orang membandingkan Lembah Harau yang indah dengan “Grand Canyon”.
    D. Pengunjung menikmati keindahan alamnya dalam udara yang sangat segar dan bersih.
    E. Tebing granit di Lembah Harau sudah lama menjadi daya tarik wisata Provinsi Sumatra Barat.
    Jawaban: A
    Pembahasan :
    Contoh kalimat deskriptif, “Tebing-tebing yang terjal ini mempunyai ketinggian 80-300 meter (kata-kata bergaris bawah merupakan kata sifat).

SKL 9

Melengkapi teks dialog

Percakapan atau dialog dapat terjadi di mana saja, misalnya di kelas, di rumah, atau di kantin. Percakapan adalah tanya jawab yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Percakapan umumnya dilakukan secara langsung. Namun, ada juga percakapan yang dilakukan melalui telepon atau alat lainnya. Dalam sebuah percakapan pasti ada hal yang dibicarakan. Hal yang dibicarakan dalam percakapan dapat berupa pekerjaan rumah, hobi, film dan sebagainya.

Sebelum melengkapi teks percakapan yang belum selesai, kita harus membaca percakapan tersebut, kemudian memahami isinya. Cara memahami isi percakapan dapat dilakukan dengan melihat kalimat-kalimatnya. Kalimat sebelum dan sesudahnya itu yang menjadi kunci. Langkah-langkah untuk membuat percakapan adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan masalah yang akan dipercakapkan.
  2. Menentukan pihak-pihak yang bercakap-cakap, seperti usia dan jenis kelamin.
  3. Menentukan situasi dan kondisi percakapan, misalnya resmi atau tidak resmi
  4. Menggunakan kata yang tepat.

Perhatikan dialog berikut!
Dony : “Bagaimana realisasi majalah dinding di sekolah kita?”
Jerry : “Cukup baik dan sudah mengikuti imbauan kepala sekolah.”
Dony : “Pengertian baik yang Anda maksudkan ditinjau dari segi apa?”
Jerry : …
18. Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut adalah …
A. Baik dari diri saya sendiri maupun dari berbagai pihak
B. Dari segi kertas, penampilan, dan kelengkapan isinya.
C. Baik menurut pendapat orang-orang di sekitar sekolah.
D. Baik dari segi biaya dan waktu.
E. Segi kesiapan, kenyamanan dan lain sebagainya

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : karena pada dialog kedua terdapat masukkan dari pihak lain.

(soal uan 2013)

Menurut kami adalah E karena “segi” = “sisi” jadi realisasi tersebut dikatakan cukup baik karena dari segi kertasnya sesuai, penampilannya cukup bagus dan isinya sudah cukup lengkap.

Bacalah dialog berikut dengan saksama!

Rudi : “Tugas kita sebagai pelajar, ya, belajar dan belajar.”

Irma : “Itu benar! Tapi untuk mencapai ke majuan di bidang IPTEK dan eko nomi sekarang ini susah, kalau hanya dengan belajar saja.”

Rudi : “Lalu apalagi yang harus kita perbuat?”

Irma : ” Ya, aku sendiri tidak tahu! Masalahnya kita belum mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.”

Rudi : “Ia ya! Bagai membandarkan air ke

gunung. Untuk mencapai kemajuan seperti di beberapa negara tetangga.”

Dedi : “Malah mungkin …. bagi kita saat ini.”

  1. Peribahasa yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut adalah ….

(A) bagai bergantung di akar lapuk

(B) seperti mentimun dengan durian

(C) bagai air di daun talas

(D) bagai bumi dengan langit

(E) bagai mengakkan benang basah

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : karena kesimpulan yang didapat dari dialog di atas bahwa untuk mencapai kemajuan iptek dan ekonomi tidak harus selalu belajar.

Menurut kami jawabannya adalah E karena untuk mencapai kemajuan iptek harus berjuang tanpa kenal lelah dan tidak putus asa, seperti halnya menegakkan benang yang basah karena untuk menegakkan benang basah perlu kerja keras, perjuangan dan kesabaran.

SKL 10

Menyusun paragraf padu

Paragraf dinyatakan padu jika dibangun dengan kalimat – kalimat yang berhubungan logis. Hubungan pikiran – pikiran yang ada dalam paragraf menghasilkan kejelasan struktur dan makna paragraf. Hubungan kalimat tersebut menghasilkan paragraf menjadi satu padu, utuh, dan, kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi ( pengulangan ) kata kunci atau sinonim, kata ganti, kata transisi, dan bentuk parallel.

Paragraf dinyatakan padu jika dibangun dengan kalimat – kalimat yang berhubungan logis. Hubungan pikiran – pikiran yang ada dalam paragraf menghasilkan kejelasan struktur dan makna paragraf. Hubungan kalimat tersebut menghasilkan paragraf menjadi satu padu, utuh, dan, kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi ( pengulangan ) kata kunci atau sinonim, kata ganti, kata transisi, dan bentuk parallel.

Contoh soal :
Cermati urutan kalimat berikut!
(1) Pemilik kos harus bertindak tegas kepada mereka yang terlibat sebagai pengedar atau pengguna narkoba yaitu mempersilakan meninggalkan tempat kos.
(2) Masalah narkoba di kota besar tidak terlepas dari peran pemilik kos.
(3) Di samping itu, mereka juga dapat terlepas dari hal-hal negatif yang menyesatkan.
(4) Aturan tersebut diambil agar para pelajar dan mahasiswa dapat konsentrasi dalam belajar.
(5) Sudah selayaknya jika para pemilik kos membuat aturan bahwa penghuni kosnya harus bebas narkoba dan obat-obatan terlarang.
20. Agar menjadi paragraf yang padu, kalimat-kalimat tersebut harus disusun dengan urutan …. (soal uan 2013)
A. (2), (1), (3), (5), dan (4)
B. (2), (1), (4), (3), dan (5)
C. (2), (1), (5), (4), dan (3)
D. (4), (2), (1), (5), dan (3)
E. (4), (3), (1), (2), dan (4)

Jawaban : B

Pembahasan : karena pilhan A,C,D dan E tidak tepat.

Menurut kami jawabannya adalah C karena urutanya adalah 2 (peran pemilik kos), 1 (pemilik kos harus bertindak tegas), 5 (pemilik kos harus membuat aturan), 4 (alasan perlunya aturan), dan 3 ( dampak positif aturan tersebut)

Cermatilah kalimat-kalimat berikut!

(1) Pengairan selanjutnya dikurangi, terutama pada rase penuaan rimpang, karena tanah yang terlalu basah (menggenang) dapat menyebabkan buruknya rimpang jahe.

(2) Mula-mula air disalurkan melalui saluran pemasukan, kemudia dibiarkan meng-genangi petakan atau bedengan hingga tanah cukup basah.

(3) Selanjutnya, air segera dialirkan melalui saluran pembuangan.

(4) Pengairan harus dilakukan secara kontinu 3 – 5 hari sekali atau bergantung pada keadaan cuaca dan kelembaban tanah.

(5) Pengairan dilakukan dengan cara di-genangi 15 menit atau lebih sehingga tanah cukup basah.

  1. Kalimat-kalimat tersebut dapat dijadikan paragraf yang padu dengan urutan ….

(A) (1), (3), (2), (5), dan (4)

(B) (2), (1), (5), (4), dan (3)

(C) (3), (1), (5), (2), dan (4)

(D) (4), (5), (1), (2), dan (3)

(E) (4), (1), (5), (2), dan (3)

Jawaban : B

Pembahasan : karena pilihan B lebih tepat dari pilihan lain.

SKL 11

Menulis dan memperbaiki kalimat dalam surat lamaran pekerjaan

Surat lamaran pekerjaan adalah surat permohonan yang ditulis oleh seorang pencari (pelamar) kerja yang dikirimkan kepada instansi  atau perusahaan guna mendapat pekerjaan sesuai lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Surat lamaran pekerjaan termasuk surat resmi sehingga bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia yang resmi atau formal.

  1. Struktur surat lamaran pekerjaan

1). Tanggal surat

Nama tempat/kota diawali dengan huruf kapital, diberi tanda koma (,) sebelum tanggal. Tanggal ditulis dengan angka; bulan ditulis dengan huruf lengkapyang diawali huruf kapital; tahun tidak disingkat; tidak diakhiri tanda titik. Perhatikan contoh !

Jakarta, 20 Oktober 2013

2). Lampiran

Kata lampiran diawali dengan huruf kapital, diakhiri tanda titik dua (:), isi lampiran hanya huruf awal kata pertama yang ditulis kapital, tidak diakhiri tanda titik. Perhatikan contoh !

Lampiran : Satu berkas

3). Perihal

Kata perihal diawali dengan huruf kapital, diakhiri tanda titik dua(:), isi perihal diawali dengan huruf kapital hanya pada kata pertama, tidak diakhiri tanda titik , dan tidak digarisbawahi. Perhatikan contoh !

Perihal : Lamaran pekerjaan

4). Alamat penerima surat

Alamat surat dianjurkan tidak memakai kata kepada, yang terhormat disingkat menjadi Yth., diikuti alamat lengkap, dan tidak diakhiri dengan titik. Perhatikan contoh !

Yth. Pemasang Iklan pada Harian Kompas

PO Box 2501 JKTM

Jakarta

5). Salam pembuka

Salam pembuka yang lazim dipakai adalah dengan hormat dan diakhiri tanda koma.

Perhatikan contoh !

Dengan hormat,

6). Isi

a). Kalimat pembuka

 Berdasarkan iklan yang dimuat pada harian…………………………..

b). Rincian identitas pelamar

…………………………………………………. saya yang bertanda tangan dibawah ini:

nama                     :  Susmana

tempat/tgl. lahir    :Yogyakarta, 22 Juni 1978

alamat                   :Jalan Kramat V/58

pendidikan           : Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu                              Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

…………………………………………………. saya yang bertanda tangan dibawah ini:

c). Bagian penutup

Demikian surat lamaran ini saya sampaikan dengan harapan Bapak berkenan mempertimbangkannya. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.

7). Salam penutup

Salam penutup yang lazim dipakai adalah hormat saya, diakhiri tanda koma.

Perhatikan contoh !

Hormat saya,

8). Nama peserta dan tanda tangan

Susmana

  1. Isi surat lamaran pekerjaan

Bagian isi surat lamaran pekerjaan harus mengandung keinginan yang kuat si Pelamar untuk menjadi pekerja atau karyawan pada suatu instansi/lembaga. Isi surat haruslah sesuai dengan pokok surat/perihal surat.

Contoh soal :

Bacalah iklan berikut dengan saksama!

Perusahaan Farmasi Nasional yang sedang berkembang pesat membuka peluang karier bagi Sdr./Sdri. yang berdedikasi tinggi, ber-penampilan menarik, mau bekerja keras. Dengan persyaratan sebagai berikut

  1. Pendidikan S1, D3, SMF SMA IPA dengan nilai
  1. Matematika minimal 6.
  1. Usia maksimal 27 tahun.
  1. Memiliki sepeda motor, SIM C
  1. Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

Segera kirimkan surat lamaran lengkap (CV. pasfoto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 (2 lbr), fotokopi STNK, SIM C, KTP, dan Ijazah) ke PO.BOX 4080/JKT 10040

Kompas, 20 Mei 2006

 

  1. Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat berdasarkan iklan tersebut adalah ….

(A) Sehubungan dengan iklan yang dimuat pada harian Kompas, maka saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai….

(B) Sesuai dengan pendidikan dan kualifikasi saya, maka dengan ini saya bermaksud mengisi lowongan di harian Kompas.

(C) Sehubungan dengan iklan yang dimuat di harian Kompas, 20 Mei 2006, saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai….

(D) Melalui surat ini, saya mengajukan lamaran pekerjaan sesuai iklan di harian Kompas sebagai….

(E) Memenuhi iklan di harian Kompas, 20 Mei 2006, saya melamar sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : pilihan C lebih tepat ” Sehubungan dengan iklan yang dimuat di harian Kompas, 20 Mei 2006, saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai.”

Cermatilah kutipan surat lamaran berikut!

…. dengan ini saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan tersebut. Adapun identitas diri saya ….

  1. Pembagian identitas yang tepat untuk melengkapi surat lamaran tersebut adalah ….

(A). Nama : Riana

Tempat, tanggal lahir : Bengkulu, 5 April 1986

Alamat : Jalan Bhakti Husada 10, Bengkulu

(B) Nama : Riana

Tempat, tanggal lahir : Bengkulu, 5 – 4 – 1986

Alamat : Jalan Bhakti Husada 10

Bengkulu

(C) nama : Riana

tempat, tanggal lahir : Bengkulu/5 April 1986

alamat : Jl. Bhakti Husada 10

Bengkulu

(D) nama : RIANA

tempat, tanggal lahir : BENGKULU, 05 04 1986

alamat : Jalan Bhakti Husada 10

Bengkulu

(E) nama : Riana

tempat, tanggal lahir : Bengkulu, 5 April 1986

alamat : Jalan Bhakti Husada10, Bengkulu

Kunci Jawaban : E

Pembahasan : Karena memenuhi kaidah dalam pembuatan surat lamaran

SKL 12

Melengkapi teks pidato dengan kalimat persuasif

Kalimat Persuasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulisdengan disertai dengan bukti dan fakta (benar-benar terjadi). Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapattersebut adalah benar dan terbukti dan juga melaksanakan apayang menjadi ajakan dari ide tersebut. Paragraf persuasi memang memiliki banyak kesamaandengan paragrafargumentasi, bedanya paragraf persuasi lebih cenderung menjadi sebuah ajakan.

Ciri-ciri paragraf persuasi :

  1. Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
  2. Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
  3. Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui

kepercayaan antara penulis dengan pembaca.

  1. Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
  2. Persuasi memerlukan fakta dan data.

Pendekatan Kalimat Persuasi

Pendekatan yang dipakai dalam persuasi adalah pendekatan emotif yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi.

Contoh :

  1. Propaganda kelompok / golongan, kampanye

Tujuannya agar masyarakat mendukung partai, kelompok atau golongan tersebut.

  1. Iklan dalam media massa,lebaran, dsb

Tujuannya agar pembaca atau siapapun yang melihat iklan tersebut membeli barang atau menggunakan jasa tersebut.

Contoh soal :

Kapan lagi, kapan lagi diri-diri kita akan berubah. Waktu terus berlalu sedang diri kita begitu dan terus begitu. Malah makin tidak baik. … . Kita tingkatkan ilmu kita. Kita tingkatkan iman kita. Kita jadikan diri kita terampil menghadapi masalah, terampil berkarya.

  1. 24.Kalimat persuasif yang tepat untuk melengkapi teks pidato di atas adalah… .
  2. Mari kita tingkatkan diri kita.
  3. Mari mengubah apa yang ada.
  4. Ayo kita mulai perubahan itu.
  5. Mari terus melangkah maju.
  6. Hendaklah kita bergerak terus.

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : karena inti dari pidato itu ialah tentang perubahan diri.

Hendaknya saudara-saudara berpartisipasi secara benar. Hindarilah perbuatan yang dilarang Negara, apalagi Allah. Kita harus selalu berupaya untuk tidak melakukan perbuatan yang menyinggung, merugikan atau melanggar hak seseorang atau orang lain. Melakukan perbuatan sosial itu sebenarnya untuk membahagiakan mengurangi beban orang lain sehingga kita benar-benar ikut merasakan penderitaan mereka… (UN 2010-2011)

  1. Kalimat persuasif untuk melengkapi teks pidato tersebut adalah..
  2. Marilah kita beramal sesuai dengan kemampuan kita masing-masing di lingkungan kita.
  3. Marilah kita beramal sesuai dengan kemampuan kita dengan tidak mengharapkan imbalan apapun.
  4. Marilah kita mengamalkan perbuatan baik kita yang telah kita lakukan kepada siapa saja.
  5. Marilah kita saling membantu, menyayangi dan menghormati perbuatan sosial, seperti beramal.
  6. Marilah kita membantu saudara-saudara kita yang kekurangan dengan berbagai cara.

Kunci Jawaban : D

Pembahasan : Pada pidato di atas lebih mengarah ke perbuatan sosial jadinya jawaban paling tepat  D

SKL 13

Menulis  karya ilmiah (latar belakang/rumusan tujuan penulis/rumusan masalah)

MENULIS KARYA ILMIAH/ KARYA TULIS

Karya tulis adalah karangan ilmiah yang biasa di susun oleh siswa dan mahasiswa.

Karya tulis yang lengkap biasanya terdiri dari tiga bagian, yakni :

  1.   Bagian awal meliputi ; kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, arti lambang dan singkatan, dan abstrak.
  2.   Bagian tengah meliputi  ; –  pendahuluan, terdiri dari; latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup masalah, tujuan penulisan, metode penelitan, sistematika penulisan.

– isi ( pembahasan )

– penutup terdiri dari; kesimpulan dan saran

  1. Bagian akhir meliputi : daftar pustaka dan lampiran.

Tema adalah pokok pikiran yang dipakai sebagai dasar mengarang.

Judul digunakan sebagai kepala karangan. Judul berfungsi secara jelas dan tepat.

Latar belakang/pendahuluan adalah sesuatu yang berfungsi untuk menarik perhatian pembaca   dan memberikan arahan terhadap masalah-masalah yang akan diuraikan.

Masalah / isi merupakan tubuh karangan yang mempunyai bagian yang sangat esensial.

Kesimpulan dan saran merupakan inti dari uraian yang telah dijelaskan. Kesimpulan harus dirumuskan secara jelas dan tegas.

Cara menentukan rumusan masalah

Penentuan rumusan masalah dari latar belakang. Carilah ide pokok atau bahasan utama dalam latar belakang. Untuk merumuskan masalah, bahasan dalam latar belakang ditandai fokus pada akhir paragraf dengan kata penghubung oleh karena itu.

Cara menulis daptar pustaka sebagai brikut :

Nama pengarang (nama keluarga diletakan di depan) Tahun. Judul buku(dicetak miring). Kota tempat penerbit: nama penerbit. Contoh. Keraf, Gorys. 1981. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : Nusa Indah.

Contoh soal :

Tema Karya Ilmiah : Pengaruh sinetron remaja terhadap perilaku siswa

  1. Rumusan masalah yang tepat berdasrkan tema karya tulis tersebut …………
  2. Apakah peranan remaja dalam sinetron ?
  3. Bagaimana pengaruh sinetron remaja terhadap perilaku siwa?
  4. Sinetron-sinetron apa saja yang mempengaruhi perilaku siswa ?
  5. Apakah mungkin sisnetron dapat mempengaruhi siswa ?
  6. Mengapa sinetron remaja dipengaruhi siswa ?

jawaban : b

Pembahasan :

Jawaban yang b merupakan pertanyaan dari tema karya ilmiah tersebut.

Topik   :  Menanamkan kejujuran pada siswa

  1. Kalimat latar belakang yang tepat untuk topik karya tulis di atas adalah… .
  2. Siswa selalu menyontek saat ujian.
  3. Telah tidak ada lagi kejujuran di sekolah.
  4. Siswa kesulitan untuk menjadi orang jujur.
  5. Kejujuran harus diwariskan kepada siswa.
  6. Saat ini kebanyakan siswa tidak jujur dalam ujian.

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : karena peneliti memilih tema yang lebih tepat berlatar belakang pada hal sontek-menyontek.

Menurut kami jawabannya adalah E karena jawaban “A” menimbulkan pengertian bahwa semua siswa selalu menyontek ujian, sedangkan jawaban “E” menjelaskan bahwa saat ini kebanyakan siswa tidak jujur, jadi sebagian lainnya masih jujur dalam ujian.

  1. Judul karya tulis: menggali potensi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri
    Penulisan Judul makalah yang tepat adalah …
  2. Menggali Potensi Diri Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri
    B. Menggali potensi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri
    C. Menggali Potensi Diri untuk Meningkatkan kepercayaan diri
    D. Menggali Potensi Diri untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri
  3. Menggali Potensi diri Untuk Meningkatkan Kepercayaan diri

Kunci Jawaban : D

Pembahasan : Karena dalam penulisan karya tulis kata penghubung diawali huruf kecil

SKL 14

Mengidentifikasi jenis-jenis frasa

  1. Berdasarkan jenis/kelas kata frasa terbagi menjadi :

1)      Frasa nominal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata benda.Dapat berfungsi menggantikan kata benda.

Contoh :          buku tulis

                                    lemari besi

                                    ibu bapak

2)      Frasa verbal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata kerja.Dapat berfungsi menggantikan kedudukan kata kerja dalam kalimat.

Contoh :          sedang belajar

                                    akan datang

                                    belum muncul

                                    baru menyadari

                                    tidak mandi

3)      Frasa ajektiva, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata sifat.

            Contoh :          cukup pintar

                                    tidak cantik

                                    hitam manis

                                    murah sekali

4)      Frasa preposisional, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan kata depan.Contoh :    di rumah

                                                dari Bandung

                                                ke pantai

                                                dengan tangan kiri

                                                oleh mereka

                                                kepada nenek

  1. Berdasarkan fungsi unsur pembentuknya frasa terbagi menjadi :

1)   Frasa endosentris, yaitu frasa yang unsur-unsurnya berfungsi diterangkan dan menerangkan (DM) atau menerangkan dan diterangkan (MD).

                 contoh :       kuda hitam(DM)

                                    anak ayam(DM)

                                    sudah datang(MD)

                                    dua orang(MD)

Macam-macam frasa endosentris:

1)   Frasa atributif, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan pola DM atau MD.contoh :   ibu kandung (DM)

                                                            rumah ibu (DM)

                                                            tiga ekor (MD)

                                                            seorang anak (MD)

                                                            rumah bersejarah (MD)

Contoh soal :

Dua minggu menjelang Ramadhan, the Islamic Forum seperti biasanya  …  dengan peserta dialog. Sebagian besar memang adalah para muallaf dan nonmuslim yang sudah beberapa bulan belajar Islam. Salah satu dari nonmuslim itu adalah seorang gadis, hampir saja kusangka gadis Aceh atau Bangladesh. Ia kelihatan …  dan sopan, tapi  … dalam mempertanyakan banyak hal.

  1. Frasa adjektiva yang tepat untuk mengisi titik-titik dalam kalimat pada paragraf di atas adalah… .
  2. sangat sepi, pemalu sekali, lebih pemalu
  3. lebih ramai, terlalu muda, kurang perhatian
  4. amat jelas, perhatian sekali, sangat cermat
  5. sangat padat, pendiam sekali, sangat kritis
  6. kurang peduli, amat suka, sangat tenang

Kunci Jawaban : D

Pembahasan : Jawaban D sangat tepat karena memang pantas dimasukki frasa tadi

  1. Frasa di bawah ini yang berupa frasa bertingkat/atributif adalah ….
    a. tanah air
    b. demi nusa bangsa
    c. drama televisi
    d. pendidikan dan pelatihan
    e. ke sekolah

Kunci  Jawaban : A

Pembahasan : Karena jawaban mempunyai pola (DM)

SKL 15

Mengidentifikasi jenis-jenis klausa

Arti Klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas S–P baik disertai O, PEL, dan KET maupun tidak. Dengan ringkas, klausa ialah S P (O) (PEL) (KET). Tanda kurung menandakan bahwa yang terletak dalam kurung itu bersifat manasuka, artinya boleh ada, boleh juga tidak ada.

Contoh:

Ketika orang-orang mulai menyukai ayam bekisar, Edwin sudah memelihara untuk dijual di pasaran.

Kalimat di atas terdiri dari empat klausa, yaitu:

  1. (ketika) orang-orang mulai (S–P);
  2. menyukai ayam bekisar (P–O);
  3. Edwin sudah memelihara (S–P); dan
  4. untuk dijual di pasaran (P–Ket.).
  1. Klausa Berdasarkan Kategori Kata atau Frasa

Perhatikan kalimat di bawah ini!

Toni belum sempat mengunjungi kakeknya kemarin.

Klausa kalimat tersebut jika dianalisis secara fungsional, hasilnya sebagai berikut.

  1. Klausa Berdasarkan Struktur

Klausa dapat digolongkan berdasarkan tiga dasar.

  1. Klausa Berdasarkan Struktur Intern

Unsur inti klausa ialah S dan P. Namun demikian, S sering kali dihilangkan dalam kalimat luas sebagai akibat penggabungan klausa dan dalam kalimat jawaban. Klausa yang terdiri atas S dan P disebut klausa lengkap, sedangkan klausa yang tidak ber-S disebut klausa tidak lengkap.

Contoh:

– Din tidak masuk sekolah karena din sakit.

Subjek din dalam anak kalimat dapat dihilangkan akibat penggabungan klausa din tidak masuk sekolah dan din sakit.

– Sedang bermain-main.

Sebagai jawaban pertanyaan Anak-anak itu sedang apa? Klausa dibagi menjadi dua macam, yaitu klausa lengkap dan klausa tidak lengkap. Klausa lengkap, berdasarkan struktur internnya, dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu klausa lengkap yang S-nya terletak di depan P, dan klausa lengkap yang S-nya terletak di belakang P. Klausa yang S-nya terletak di depan P disebut klausa lengkap susun biasa. Klausa lengkap yang S-nya terletak di belakang P disebut klausa lengkap susun balik atau

klausa inversi.

Contoh:

Klausa lengkap susun biasa

Klausa lengkap susun balik

Klausa tidak lengkap sudah tentu hanya terdiri atas unsur P, disertai O, PEL, atau KET.

Contoh:

  1. sedang bermain-main
  2. menulis surat
  3. telah berangkat ke Jakarta

Klausa e terdiri atas P, klausa f terdiri atas P diikuti O, dan klausa g terdiri atas P diikuti KET.

  1. Klausa Berdasarkan Ada Tidaknya Kata Negatif yang secara Gramatik Menegatifkan P
  1. Klausa Positif

Klausa positif ialah klausa yang tidak memiliki kata negatif yang secara gramatik menegatifkan P.

Contoh:

– Mereka diliputi oleh perasaan senang.

– Mertua itu sudah dianggap sebagai ibunya.

  1. Klausa Negatif

Klausa negatif ialah klausa yang memiliki kata-kata negatif yang secara gramatik menegatifkan P. Kata-katanegatif itu ialah tiada, tak, bukan, belum, dan jangan.

Contoh:

– Orang tuanya sudah tiada.

– Yang dicari bukan dia.

  1. Penggolongan Klausa Berdasarkan Kategori Kata atau Frasa yang Menduduki Fungsi P

P mungkin terdiri atas kata atau frasa golongan N, V, Bil, dan FD. Berdasarkan golongan atau kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi P, klausa dapat digolongkan menjadi empat golongan.

  1. Klausa Nominal

Klausa nominal ialah klausa yang P-nya terdiri atas kata atau frasa golongan N.

Contoh:

– Ia guru.

– Yang dibeli orang itu sepeda.

Kata golongan N ialah kata-kata yang secara gramatik

mempunyai perilaku sebagai berikut.

– Pada tataran klausa dapat menduduki fungsi S, P, dan O.

– Pada tataran frasa tidak dapat dinegatifkan dengan kata tidak, melainkan dengan kata bukan, dapat diikuti kata itu sebagai atributnya, dan dapat mengikuti kata depan di atau pada sebagai aksisnya.

  1. Klausa Verbal

Klausa verbal ialah klausa yang P-nya terdiri atas kata atau frasa golongan V.

Contoh:

– Petani mengerjakan sawahnya dengan tekun.

– Dengan rajin, bapak guru memeriksa karangan murid.

Kata golongan V ialah kata yang pada tataran klausa cenderung menduduki fungsi P dan pada tataran frasa dapat dinegatifkan dengan kata tidak. Misalnya kata-kata berdiri, gugup, menoleh, berhati-hati, membaca, tidur, dan kurus.

Berdasarkan golongan kata verbal itu, klausa verbal dapat digolongkan sebagai berikut.

1) Klausa verbal adjektif

Klausa ini P-nya terdiri atas kata golongan V yang termasuk golongan kata sifat atau terdiri atas frasa golongan V yang unsur pusatnya berupa kata sifat.

Contoh:

— Udaranya panas sekali.

— Harga buku sangat mahal.

2) Klausa verbal intransitif

Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja intransitif atau terdiri atas frasa verbal yang unsur pusatnya berupa kata kerja intransitif.

Contoh:

— Burung-burung beterbangan di atas permukaan air laut.

— Anak-anak sedang bermain-main di teras belakang.

3) Klausa verbal aktif

Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja transitif atau terdiri atas frasa verbal yang unsur pusatnya berupa kata kerja transitif.

Contoh:

— Arifin menghirup kopinya.

— Ahmad sedang membaca buku novel.

4) Klausa verbal pasif

Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja pasif atau terdiri atas frasa verbal yang unsur pusatnya berupa kata kerja pasif.

Contoh:

— Tepat di muka pintu, aku disambut oleh seorang petugas.

— Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh MPR untuk jangka waktu lima tahun.

5) Klausa verbal yang refleksif

Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja refleksif, yaitu kata kerja yang menyatakan perbuatan yang mengenai pelaku perbuatan itu sendiri. Pada umumnya kata kerja ini berbentuk kata kerja meN- diikuti kata diri.

Contoh:

— Anak-anak itu menyembunyikan diri.

— Mereka sedang memanaskan diri.

6) Klausa verbal yang resiprokal

Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja resiprokal, yaitu kata kerja yang menyatakan kesalingan . Bentuknya ialah (saling) meN-, saling ber-an dengan proses pengulangan atau tidak dan saling meN-.

Contoh:

— Pemuda dan gadis itu berpandang-pandangan.

— Mereka saling memukul.

  1. Klausa Bilangan

Klausa bilangan atau klausa numeral ialah klausa yang P-nya terdiri atas kata atau frasa golongan bilangan.

Contoh:

– Roda truk itu ada enam.

– Kerbau petani itu hanya dua ekor.

Kata bilangan ialah kata-kata yang dapat diikuti oleh kata penyukat. rang, ekor, batang, keping, buah, kodi, helai, dan masih banyak lagi. Misalnya kata satu, dua, dan seterusnya; kedua, ketiga, dan seterusnya; beberapa, setiap, dan sebagainya; sedangkan frasa bilangan ialah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan, misalnya dua ekor, tiga batang, lima buah, setiap jengkal, beberapa butir, dan sebagainya.

  1. Klausa Depan

Klausa depan atau klausa preposisional ialah klausa yang Pnya terdiri atas frasa depan, yaitu frasa yang diawali oleh kata depan sebagai penanda.

Contoh:

  1. Kredit itu untuk para pengusaha lemah.
  2. Pegawai itu ke kantor setiap hari.

Dalam kalimat tertentu, klausa memiliki dua bagian, yakni klausa induk (induk kalimat) dan klausa subordinatif (anak kalimat). Keberadaan klausa induk dan klausa anak ini mensyaratkan konstruksi tataran sintaksis yang lebih besar.

Perhatikan contoh berikut ini!

Penggabungan klausa induk dan klausa anak berarti klausa tersebut memasuki tahap struktur kalimat. Penghubungan antar klausa ini mensyaratkan kehadiran konjungsi (kata sambung). Dilihat dari perilaku sintaksisnya dalam kalimat, konjungsi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu konjungsi koordinatif (dan, serta, atau, tetapi, . . .); konjungsi korelatif (baik . . . maupun . . .; entah . . . entah . . .; tidak hanya . . ., tetapi juga . . .; . . .); konjungsi subordinatif (sejak, karena, setelah, seperti, agar, dengan, . . . .); dan konjungsi antarkalimat (meskipun demikian begitu, kemudian, oleh karena itu, bahkan, lagi pula, . . .).

Contoh:

  1. Dia menangis dan istrinya pun tersedu-sedu.
  2. Entah disetujui entah tidak, dia tetap akan mengusulkan gagasannya.
  3. Narto harus belajar giat agar naik kelas.
  4. – Kami tidak sependapat dengan dia. Kami tidak akan menghalanginya.
  5. – Kami tidak sependapat dengan dia. Biarpun begitu, kami tidak akan menghalanginya.

Konjungsi-konjungsi itu dapat menghubungkan kata, frasa, ataupun klausa. Dalam hubungannya dengan kata dan frasa, bentuk konjungsi bertindak sebagai preposisi. Dalam hubungannya dengan klausa, bentuk konjungsi bertindak sebagai murni konjungsi. Dengan demikian, kalimat frasa dan klausa pun dapat diidentifikasi.

Contoh:

Klausa Ibu tidak berbelanja sebagai klausa induk dan klausa uangnya habis sebagai klausa anak. Konjungsi karena sebagai konjungsi subordinatif-sebab yang menghubungkan dua klausa atau lebih dengan status sintaksis tidak sama. Jadi, ada klausa induk dan klausa anak.

Contoh Soal :

Bacalah paragraf berikut dengan cermat!

(1)Menjelang Ujian Nasional para siswa mempersiapkan diri agar memperoleh nilai yang memuaskan. (2) Banyak cara yang dilakukan para siswa sebelum menempuh ujian. (3) Para siswa yang memiliki banyak uang bisa mengikuti bimbingan belajar atau mendatangkan guru privat ke rumah. (4) Namun, bagi para siswa yang uangnya pas-pasan, mereka dapat membentuk kelompok belajar atau mengikuti pendalaman materi yang diadakan oleh sekolah. (5) Pendalaman materi di sekolah tidak mahal.

  1. Kalimat yang berpola SKP dalam pargraf tersebut adalah kalimat nomor ….
  2. (1)
  3. (2)
  4. (3)
  5. (4)
  6. (5)

Pembahasan : (1) Menjelang Ujian Nasional (K) para siswa (S) mempersiapkan (P) diri (O) agar memperoleh nilai yang memuaskan (K).
(2) Banyak cara (S) yang dilakukan (P) para siswa (O) sebelum menempuh ujian(K).
(3) Para siswa yang memiliki banyak uang (S) bisa mengikuti (P) bimbingan belajar atau mendatangkan guru privat ke rumah(O).
(4) Namun, bagi para siswa yang uangnya pas-pasan(S), mereka (S) dapat membentuk (P) kelompok belajar (O) atau mengikuti (P) pendalaman materi yang diadakan oleh sekolah(O).
(5) Pendalaman materi (S) di sekolah (K) tidak mahal(P).

Jawaban: E

  1. Yang termasuk dalam kategori kalimat klausa lengkap adalah….
  2. Hari ini masuk sekolah
  3. Adi mengerjakan tugas ilmiah
  4. Menjahit kain yang robek
  5. Sedang berjalan
  6. Telah sampai di Bali

Jawaban : B

Pembahasan : Adi mengerjakan tugas ilmiah (S-P-O)

SKL 16

Mengidentifikasi jenis-jenis kalimat

jenis-jenis kalimat yang dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok.

  1. Berdasarkan Pengucapan

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.

Contoh:

–  Ibu berkata: “Rohan, jangan meletakkan sepatu di sembarang tempat!”

–  “Saya gembira sekali”,kata ayah,”karena kamu lulus ujian”.

  1. Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan  orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita.

Contoh:

–  Ibu berkata bahwa dia senang sekali karena aku lulus ujian.

–  Kakak berkata bahwa buku itu harus segera dikembalikan.

.

  1. Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat Tunggal

Kallimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana. Kalimat-kalimat yang panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana dan dapat juga ditelusuri p0la-pola pembentukannya. Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah:

*  KB + KK (Kata Benda + Kata Kerja)

Contoh:   Victoriabernyanyi

.                   S          P

* KB + KS (Kata Benda + Kata Sifat)

Contoh:   Ikasangat rajin

.               S          P

* KB + KBil (Kata Benda + Kata Bilangan)

Contoh:  Masalahnyaseribu satu.

.                    S             P

Kalimat tunggal  dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.

Contoh :  Saya siswa kelas VI.

  1. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.

Contoh :  Adik bernyanyi.

Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan kata-kata pada unsur-unsurnya. Dengan penambahan unsur-unsur itu, unsur utama dari kalimat masih dapat dikenali. Suatu kalimat tunggal dapat diperluas menjadi dua puluh atau lebih.  Perluasan kalimat tesebut terdiri atas:

  1. Keterangan tempat, seperti di sini, dalam ruangan tertutup, lewat Bali, sekeliling kota.
  2. Keterangan waktu, seperti: setiap hari, pada pukul 21.00, tahun depan, kemarin sore, minggu kedua bulan ini.
  3. Keterangan alat (dengan + kata benda), seperti: dengan linggis, dengan undang-undang itu, dengan sendok, dengan wesel pos, dengan cek.
  4. Keterangan modalitas, seperti: harus, barangkali, seyogyanya. sesungguhnya, sepatutnya.
  5. Keternagan cara (dengan + kata sifat/kata kerja), seperti: dengan hati-hati, seenaknya saja, selekas mungkin.
  6. Keterangan aspek, seperti akan, sedang, sudah, dan telah.
  7. Keterangan tujuan, seperti: agar bahagia, untuk anaknya, supaya aman, bagi mereka.
  8. Keterangan sebab, seperti: karena rajin, sebab berkuasa, lantaran panik.
  9. Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya menggantikan, seperti: penerima Sepatu Emas, David Beckham.
  10. Frasa yang, seperti: mahasiswa yang IP-nya 3 ke atas, pemimpin yang memperhatikan rakyat.

Contoh perluasan kalimat tunggal adalah:

  1. Victoria akan bernyanyi di Las Vegas.
  2. Masalahnya seribu satu yang belum terpecahkan.
  3. Ika sangat rajin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
  4. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik kordinasi maupun subordinasi. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas  3 jenis, yaitu:

2.1.  Kalimat Majemuk Setara (KMS)

Kalimat ini terbentuk dari 2 atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat. Kalimat majemuk setara dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yaitu:

* KMS Penggabungan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata dan atau serta.

Contoh:

–  Kami mencari bahan dan mereka meramunya.

–  Ratih dan Ratna bermain bulu tangkis di halaman rumah.

* KMS Pertentangan. Dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata tetapi,sedangkannamunmelainkan. Kedua kalimat tersebut menunjukkan hubungan pertentangan.

Contoh:

–  Indonesia adalah negara berkembang, sedangkan jepang termasuk negara yang sudah maju.

–  Bukan saya memecahkan gelas itu, melainkan kakak.

* KMS Pemilihan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata atau.

Contoh:

–  Makalah ini harus dikumpukan besok atau minggu depan.

–  Aku atau dia yang akan kamu pilih.

* KMS Penguatan. Dua atau lebih kalimat tunggal dihubungkan dengan katabahkan.

Contoh:

–  Dia tidak hanya cantik, bahkan dia juga sangat baik hati.

–  Pencuri itu tidak hanya dipukuli oleh masa, bahkan dia disiksa dengan sadis.

* KMS yang dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian, untuk menandakan suatu kejadian yang berurutan.

Contoh:

–  Mula-mula disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SD, kemudian disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SMP.

2.2  Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB)

Kalimat majemuk setara terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang tidak bebas. Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat. Bagian yang memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama (induk kalimat). Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa sematan (anak kalimat).

Ada beberapa penanda hubungan / konjungsi yang dipergunakan oleh kalimat majemuk bertingkat, yaitu:

  1. Waktu : ketika, sejak
  2. Sebab: karena, Olehkarenaitu, sebab, oleh sebab itu
  3. Akibat: hingga, sehingga, maka
  4. Syarat: jika, asalkan, apabila
  5. Perlawanan: meskipun, walaupun
  6. Pengandaian: andaikata, seandainya
  7. Tujuan: agar, supaya, untukbiar
  8. Perbandingan: seperti, laksana, ibarat, seolah‐olah
  9. Pembatasan: kecuali, selain
  10. Alat: dengan+ katabenda:  dengan tongkat
  11. Kesertaan: dengan+ orang

Contoh:

–  Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.

Induk kalimat: Para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.

Anak kalimat:  Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.

2.3  Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat atau kebalikannya.

Contoh:

–   Karena hari sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang.

KMS:  Kami berhenti dan langsung pulang.

KMC:  Kami berhenti karena hari sudah malam.

.          Kami langsung pulang karena hari sudah malam.h

–  Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.

KMS:  Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja.

KMB: Mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.

.

  1. Berdasarkan Isi atau Fungsinya

Kalimat dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

  1. Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dalam penulisannya. Sedangkan dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.

Macam-macam kalimat perintah :

* Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.

Contoh : Gantilah bajumu !

* Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.

Contoh Jangan membuang sampah sembarangan !

* Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.

Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah !

  1. Kalimat Berita

Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Dalam penulisannya, biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi menurun. Kalimat ini mendorong orang untuk memberikan tanggapan.

Macam-macam kalimat berita :

* Kalimat berita kepastian

Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi.

* Kalimat berita pengingkaran

Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.

* Kalimat berita kesangsian

Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi.

* Kalmat berita bentuk lainnya

Contoh : Kami tidak taahu mengapa dia datang terlambat.

  1. Kalimat Tanya

Kalimat tanya adalah kalimat yang bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau reaksi (jawaban) yang diharapkan. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya dan dalam pelafalannya menggunakan intonasi menurun. Kata tanya yang dipergunakan adalah bagaimana, dimana, berapa, kapan.

Contoh:

–  Mengapa gedung ini dibangun tidak sesuai dengan disainnya?

–  Kapan Becks kembali ke Inggris?

  1. Kalimat Seruan

Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapakan perasaa ‘yang kuat’ atau yang mendadak. Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam pelafalannya dan menggunakan tanda seru (!) atau tanda titik (.) dalam penulisannya.

Contoh:

–  Aduh, pekerjaan rumah saya tidak terbawa.

–  Bukan main, eloknya.

.

  1. Berdasarkan Unsur Kalimat

Kalimat dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat Lengkap

Kalimat lengkap adalah kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri dari  satu buah subyek dan satu buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap.

Contoh :

–   Mahasiswaberdiskusidi dalam kelas.

.           S               P                  K

–   Ibumengenakankaos hijau dan celana hitam.

.     S            P                              O

  1. Kalimat Tidak Lengkap

Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna karena hanya memiliki subyek saja, atau predikat saja, atau objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap biasanya berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan kekaguman.

Contoh:

– Selamat sore

– Silakan Masuk!

– Kapan menikah?

– Hei, Kawan…

.

  1. Berdasarkan Susunan  S-P

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat Versi

Kalimat versi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjeknya. Kata atau frasa tertentu yang pertama muncul akan menjadi kunci yang akan mempengaruhi makna untuk menimbulkankesan tertentu, dibandingkan jika kata atau frasa ditempatkan pada urutan kedua. Kalimat ini biasanya dipakau untuk penekanan atau ketegasan makna.

Contoh:

–  Ambilkankoran di atas kursi itu!

.          P                       S

–  Sepakatkamiuntuk berkumpul di taman kota.

.       S           P                          K

  1. Kalimat Inversi

Kalimat inversi adalah kalimat yang susunan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola kalimat dasar bahasa Indonesia (S-P-O-K).

Contoh:

–  Penelitian inidilakukanmerekasejak 2 bulan yang lalu.

.            S                 P            O                     K

–  Aku dan diabertemudi cafe ini.

.             S             P             K

.

  1. Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya)

Kalimat dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

  1. Kalimat Yang Melepas

Kalimat yang melepas terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh unsur utama (induk kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat). Unsur anak kalimat ini seakan-akan dilepaskan saja oleh penulisnya. Jika unsur anak kalimat tidak diucapkan, kalimat itu sudah bermakna lengkap.

Contoh;

–  Saya akan dibelikan vespa oleh Ayah jika saya lulus ujian sarjana.

–  Semua warga negara harus menaati segala perundang-undangan yang berlaku agar kehidupan di negeri ini berjalan dengan tertib dan aman.

  1. Kalimat yang Klimaks

Kalimat klimaks terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat. Kalimat belum dapat dipahami jika hanya membaca anak kalimatnya. Sebelum kalimat itu selesai, terasa masih ada sesuatu yang ditunggu, yaitu induk kalimat. Oleh karen itu, penyajian kalimat ini terasa berklimaks dan terasa membentuk ketegangan.

Contoh:

–   Karena sulit kendaraan, ia datang terlambat ke kantornya.

–  Setelah 1.138 hari disekap dalam sebuah ruangan akhirnya tiga sandera warga negara Prancis itu dibebaskan juga.3.

  1. Kalimat Yang  Berimbang

Kalimat yang berimbang disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk campuran, Struktur kalimat ini memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke dalam bangun kalimat yang simetri.

Contoh:

–   Bursa saham tampaknya semakin bergairah, investor asing dan domestik berlomba melakukan transaksi, dan IHSG naik tajam.

–  Jika stabilitas nasional mantap, masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan dapat beribadat dengan leluasa.

.

  1. Berdasarkan Subjeknya

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kaliamat Aktif

Kalimat aktif  adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Predikat juga dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang  tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja), misalnya  pergi, tidur, mandi, dll  (kecuali makan dan minum).

Contoh:

–  Mereka akan berangkat besok pagi.

–  Kakak membantu ibu di dapur.

Kalimat aktif  dibedakan menjadi 2, yaitu:

1.1  Kalimat Aktif  Transitif

Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Predikat pada kalimat ini biasanya berawalam me- dan selalu dapatt dirubah menjadi kalimat pasif.

Contoh:    Enimencucipiring.

.                 S        P         O1

1.2  Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak  dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Predikat pada kalimat ini biasanya berawaln ber-. Kalimat yang berawalan me- tidak diikuti dengan O1. Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kalimat pasif.

Contoh:

–  Merekaberangkatminggu depan.

.        S              P                   K

–  Amelmenangis  tersedu-sedudi kamar.

.     S                          P                          K

1.3  Kalimat Semi Transitif

Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kal pasif karena disertai oleh pelengkap bukan objek.

Contoh:

–  Diankehilanganpensil.

.      S          P            Pel.

–  Soniselalu  mengenderaisepeda  motorke kampus.

.     S                     P                      Pel                   K

  1. Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di- dan ter- dan diikuti oleh kata depan oleh.

Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

2.1  Kalimat Pasif  Biasa

Kalimat pasif ini biasanya diperoleh dari kalimat aktif transitif. Predikat pada kalimat ini berawalan di-,ter-,ke-an.

Contoh:

–  PiringdicuciEni.

.       S        P      O2

2.2  Kalimat Pasif Zero

Kalimat pasif zero adalah kalimat yang objek pelakunya(O2) melekat berdekatan dengan O2 tanpa disisipi dengan kata lain. Predikat pada kalimat ini berakhiran -kan dan akan terjadi penghilangan awalan di-. Predikatnya juga dapat berupa kata dasar berkelas kerja kecuali kata kerja aus. Kalimat pasif zero ini berhubungan dengan kalimat baku.

Contoh:

–  Kupukuladik.

.   O2    P      S

–  Akan  sayasampaikanpesanmu.

.               O2        P               S

Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif :

  1. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif.
  2. Awalan me- diganti dengan di-.
  3. Tambahkan kata oleh di belakang predikat.

Contoh :   Bapak  memancing ikan. (aktif)

.                Ikan  dipancing oleh bapak. (pasif)

  1. Jika subjek kalimat akrif berupa kata ganti maka awalan me- pada predikat dihapus, kemudian subjek dan predikat dirapatkan.

Contoh :   Aku harus memngerjakan PR. (aktif)

.                PR harus kukerjakan. (pasif)

  1. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti subjek adalah….
  2. Ayah seorang yang berjuang pada masa perang kemerdekaan.
  3. Ibu mengunjungi keluarga yang membesarkannya.
  4. Nenek tinggal di ibukota Negara Republik Indonesia.
  5. Yang berpakaian seragam SMP itu,adik saya.

Kunci Jawaban : D

Pembahasan : karena pada jawaban D “Yang berpakaian seragam SMP itu” pengganti dari adik.

  1. Kalimat yang menyatakan menyerupai adalah……
  2. Rama senang bermain mobil-mobilan
  3. Pukullah dia kuat-kuat
  4. Rumah-rumah itu akan dijual
  5. Ani membeli buah-buahan dipasar
  6. Yadi berlari-lari di lapangan

Jawaban : a

Pembahasan : karena menyerupai mengendarai mobil.

Mainan yang menyerupai bentuk mobil

SKL 17

Menentukan pola kalimat

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat terdiri dari berbagai unsur seperti subyek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Sebuah kalimat dikatakan sempurna bila memiliki minimal dua unsur, yaitu subyek dan predikat.
A. Unsur Kalimat
1. Subyek (S)
Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
Contoh :
Agnes Monika adalah seorang aktor dan penyanyi.
Super Junior adalah boyband favoritku.
Buku itu dibeli oleh Karta.
2. Predikat (P)
Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
Contoh :
Yeti menyanyi dengan merdu.
Hana memasak nasi goreng.
Lili membaca majalah.
3. Objek (O)
Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
Biasanya terletak di belakang predikat.
Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
Ada dua macam objek, yaitu :
Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :
1. Penderita
Contoh : Karto mencoret-coret tembok.
2. Penerima
Contoh : Wati memakai baju Heechul.
3. Tempat
Contoh : Super Junior datang ke Indonesia.
4. Alat
Contoh : Kasim melempar bola ke Joko.
5. Hasil
Contoh : Doni mengerjakan tugas bahasa Indonesia.
Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Makna objek penyerta :
1. Penderita.
Contoh : Suma memberikan Surya komputer baru.
2. Hasil.
Contoh : Redi membelikan orangtuanya rumah.
4. Keterangan (K)
Hubungannya dengan predikat renggang.
Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
Terdiri dari beberapa jenis :
Keterangan Tempat
Agnes akan konser di Singapura.
Keterangan Alat
Dalam drama itu, Karta memukul Sule dengan panci.
Keterangan Waktu
Sinta akan kembali ke Korea pukul 11 malam.
Keterangan Tujuan
Kita harus rajin berolahraga agar sehat.
Keterangan Cara
Mereka memperhatikan koreo dengan seksama.
Keterangan Penyerta
Ali pergi bersama Doni.
Keterangan Similatif
Yasin memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.
Keterangan Sebab
Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.
5. Pelengkap (Pel.)
Terletak di belakang predikat.
Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.
Contoh :
Kiki memberikanku novel bagus.
Hana menghadiahkan orangtuanya restoran baru.
Mahkota itu bertahtakan mutiara.
B. Pola Kalimat
Berdasarkan pola dasarnya, Badudu (1990: 32) mengungkapkan pola :
1. S-P
Karto tidur.
2. S-P-O
Sinta makan nasi.
3. S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.
4. S-P-K
D’Bagindas konser di Tokyo Dome.
5. S-P-O-Pel
Yuli menamai kura-kuranya Kira.
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Harmo membuatkan semua member nasi goreng.
7. S-P-O-K
Enci minum susu strawberry setiap hari.
8. S-P-Pel-K.
Semua member sedih ketika Karno masuk militer.
Contoh :
1. S-P
Desi belajar
2. S-P-O
Iyan menonton drama
3. S-P-Pel
Mita tertawa terbahak-bahak
4. S-P-K
Karto pergi ke Indonesia
5. S-P-O-Pel
Ohno sedang mencarikan ikan untuk kucingnya Nino
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Akbar senam bersama Hana
7. S-P-O-K
Ono memancing ikan setiap sore
8. S-P-Pel-K
Mita tertawa terbahak-bahak ketika melihat Desi tercebur ke dalam kolam ikan

Contoh soal

Bacalah paragraf berikut dengan cermat!

(1) Menjelang Ujian Nasional para siswa mempersiapkan diri agar memperoleh nilai yang memuaskan. (2) Banyak cara yang dilakukan para siswa sebelum menempuh ujian. (3) Para siswa yang memiliki banyak uang bisa mengikuti bimbingan belajar atau mendatangkan guru privat ke rumah. (4) Namun, bagi para siswa yang uangnya pas-pasan, mereka dapat membentuk kelompok belajar atau mengikuti pendalaman materi yang diadakan oleh sekolah. (5) Pendalaman materi di sekolah tidak mahal.

35. Kalimat yang berpola SKP dalam pargraf tersebut adalah kalimat nomor ….(soal UN 2009-2010 Paket 67 A).
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
Jawaban: E
Pembahasan:
(1) Menjelang Ujian Nasional (K) para siswa (S) mempersiapkan (P) diri (O) agar memperoleh nilai yang memuaskan (K).
(2) Banyak cara (S) yang dilakukan (P) para siswa (O) sebelum menempuh ujian(K).
(3) Para siswa yang memiliki banyak uang (S) bisa mengikuti (P) bimbingan belajar atau mendatangkan guru privat ke rumah(O).
(4) Namun, bagi para siswa yang uangnya pas-pasan(S), mereka (S) dapat membentuk (P) kelompok belajar (O) atau mengikuti (P) pendalaman materi yang diadakan oleh sekolah(O).
(5) Pendalaman materi (S) di sekolah (K) tidak mahal(P)

  1. Siswa SMA/MA/SMK akan menghadapi Ujian Nasional (UN) pada tanggal 18-21 April 2011.Pola kalimat tersebut adalah ….
    A. S – P – O
    B. S – P – K
    C. S – P – O – K
    D. K – S – P – K
    E. S – P – PelPembahasan:
    Siswa SMA/MA/SMK (S)
    akan menghadapi (P)
    Ujian Nasional (UN) (O)
    pada tanggal 18-21 April 2011 (K)

    Jawaban: C

SKL 18

Menggunakan kata berimbuhan

Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan atau (afiksasi). Imbuhan atau afiksasi adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk membentukan kata. Hasil dari proses pengimbuhan itu disebut kata berimbuhan atau kata turunan.

JENIS-JENIS IMBUHAN

Imbuhan menurut posisinya terbagi ke dalam empat bentuk

  1. Awalan atau prefiks

Contoh:meN-, ber-, di-, ter-, peN-, per-, se-, dan ke-.

  1. Sisipan atau infiks

Contoh:-el, -er, -e-, dan –in-

  1. Akhiran atau sufiks

Contoh:-kan, -an, -I, dan –nya

  1. Konfiks atau simulfiks

Berupa awalan dan akhiran yang pemakaiannya sekaligus.

Contoh: Ke-an, per-an, peN-an, ber-an, dan se-nya

Imbuhan yang diserap dalam bahasa asing.Imbuhan tersebut,diantaranya,adalah sebagai berikut:

  1. Dari bahasa Arab:-ah, -i.Fungsinya sebagai penbentuk atau penanda kata sifat.

Contohnya : manusiawi, alamiah, alami

  1. Dari bahasa Sansekerta: -man, -wan, -wati,.Fungsinya sebagai pembentuk kata benda.Contohnya : budiman, wartawan, pragawati.
  2. Dari bahasa Inggris: -is, -if, -al. Fungsinya sebagai pembentuk kata sifat. Contohnya : egois, deskriptif, formal

FUNGSI IMBUHAN

  1. Membentuk kata benda, yakni peN-, pe-, per-, ke-, -isme, -wan, -sasi, -tas, peN-an,pe-an, per-an, dan ke-an. Contoh: pelaut, penyapu, wartawan, dll.
  2. Membentuk kata kerja, yakni me-, ber-, per-, ter-, di, -kan, ter-kan,dan di-i.

Contohnya: melaut berlayar, terlihat diminum, bawakan, lempari, &menaiki.

  1. Membentuk kata sifat,yakni –I, -wi,-iah, dan –is.Contohnya: manusiawi, Duniawi, ilmiah, agamis
  2. Membentuk kata bilangan yakni se- dan ke-. Contohnya: sepuluh dan kedua.

Contoh soal

Cermati kalimat berikut!

Pembangunan aparteman bersubsidi itu tidak lancar.

37. Kalimat yang menggunakan kata berimbuhan peN-an yang semakna dengan imbuhan peN-an pada kata pembangunan adalah….(soal UN 2009-2010 Paket 67 A)
A. Berkas perkara pencemaran nama baik itu sudah dilimpahkan kepada pengadilan
B. Penggilingan padi satu-satunya di desa kami itu sudah lama tidak berfungsi
C. Supaya jernih, penyaringan minyak kelapa sawit itu harus dilakukan beberapa kali
D. Pada musim penghujan ini, pemukiman penduduk sudah tergenang air sedalam 50cm
E. Pemutusan hubungan kerja banyak terjadi di berbagai perusahaan akibat krisis moneter
Jawaban: C
Pembahasan:
Imbuhan peN-an pada kata pembangunan pada kalimat tersaji bermakna proses (membangun)
Adapun;
Imbuhan peN-an pada kata pencemaran bermakna hal (yang terkait dengan mencemarkan)
Imbuhan peN-an pada kata penggilingan bermakna alat (menggiling) atau tempat (menggiling)
Imbuhan peN-an pada kata penyaringan bermakna proses (menyaring)
Imbuhan peN-an pada kata pemukiman bermakna tempat (bermukim)
Imbuhan peN-an pada kata pemutusan bermakna hal (yang terkait dengan memutuskan)

  1. Kata bercetak miring dalam kalimat-kalimat berikut yang seharusnya diberi imbuhan ke-an adalah…
    a.Karenahujan, semalam Doni demam.
    b. Kami akan segera lanjut perjalanan.
    c. Sahabat antara Ima dan Ria sudah retak.
    d. Malam ini langit mandi cahaya bintang.

Kunci  jawaban : A

Pembahasan : Karena kata tersebut lebih logis dimasukki imbuhan ke-an.

  1. Imbuhan ter- yang menyatakan makna “dikenai tindakan secara tak sengaja” terdapat pada kalimat…
    a. Anak dari Kotabaru itu pandai dan tidak mudah tertipu.
    b. Tulisan budi tidak terbaca olehku.
    c. Dalam kecelakaan itu, maman terlempar beberapa meter.
    d. Semua orang tertampung di tenda pengungsian di lapangan.

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : karena dalam kalimat tersebut maman tidak sengaja terlempar karena kecelakaan.

  1. Imbuhan ter- yang bermakna “dalam keadaan di-“ terdapat pada kalimat…
    a. Beberapa novel tertata rapi di rak buku.
    b. Siswa terpandai di kelasku berasal dari Banjar.
    c. Gula itu terlarut dalam air.
    d. Anak itu tertidur di kursi ruang tamu.

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : karena dalam keadaan tata “Beberapa novel tertata rapi di rak buku”

SKL 19

Mengidentifikasi berbagai jenis makna kata(konotasi/denotasi, luas, umum, khusus, gramatikal)

Makna adalah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan bendanya sangat bertautan dan saling menyatu. Jika suatu kata tidak bisa dihubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu (Tjiptadi, 1984:19).

Kata-kata yang bersal dari dasar yang sama sering menjadi sumber kesulitan atau kesalahan berbahasa, maka pilihan dan penggunaannya harus sesuai dengan makna yang terkandung dalam sebuah kata. Agar bahasa yang dipergunakan mudah dipahami, dimengerti, dan tidak salah penafsirannya, dari segi makna yang dapat menumbuhkan resksi dalam pikiran pembaca atau pendengar karena rangsangan aspek bentuk kata tertentu.

Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pengertian makna kata, yakni makna donatif, makna konotatif, makna leksikal, makna gramatikal.

Makna Denotatif

Sebuah kata mengandung kata denotatif, bila kata itu mengacu atau menunjukan pengertian atau makna yang sebenarnya. Kata yang mengandung makna denotative digunakan dalam bahasa ilmiah, karena itu dalam bahasa ilmiah seseorang ingin menyampaikan gagasannya. Agar gagasan yang disampaikantidak menimbulkan tafsiran ganda, ia harus menyampaikan gagasannya dengan kata-kata yang mengandung makna denotative.

Makna denotatif ialah makna dasar, umum, apa adanya, netral tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan Maskurun (1984:10).

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit maka wajar, yang berarti mkna kat ayang sesuai dengan apa adanya, sesuai dengan observasi, hasil pengukuran dan pembatasan (perera, 1991:69).
Makna denotatif didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu (kridalaksana, 1993:40).

Berdasarkan pendapat diatas, maka penulis simpulkan bahwa makna denotative adalah makna yang sebenarnya, umum, apa adanya, tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan. Apabila seseorang mengatakan tangan kanannya sakit, maka yang dimaksudkan adalah tangannya yang sebelah kanan sakit.

Makna Konotatif

Sebuah kata mengandung makna konotatif, bila kata-kata itu mengandung nilai-nilai emosi tertentu. Dalam berbahasa orang tidak hanya mengungkap gagasan, pendapat atau isi pikiran. Tetapi juga mengungkapakan emosi-emosi tertentu. Mungkin saja kata-kata yang dipakai sama, akan tetapi karena adanya kandungan emosi yang dimuatnya menyebabkan kata-kata yang diucapkan mengandung makna konotatif disamping mkna denotatif.

Makna konotatif adalah makna yang berupa kiasan atau yang disertai nilai rasa, tambahan-tambahan sikap sosial, sikap pribadi sikap dari suatu zaman, dan criteria-kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

Seperti kata kursi, kursi disini bukan lagi tempat duduk, melaikan suatu jabatan atau kedudukan yang ditempati oleh seseorang. Kursi diartikan sebagai tempat duduk mengandung makna lugas atau makna denotatif. Kursi yang diartikan suatu jabatan atau kedudukan yang diperoleh seseorang mengandung makna kiasan atau makna konotatif.

Makna Leksikal

akna Leksikal ialah makna kata seperti yang terdapat dalam kamus, istilah leksikal berasal dari leksikon yang berarti kamus. Makna kata yang sesuai dengan kamus inilah kata yang bermakna leksikal. Misalnya : Batin (hati), Belai (usap), Cela (cacat).

Makna Gramatikal

Makna gramatikal adalah makna kata yang diperoleh dari hasil perstiwa tata bahasa, istilah gramatikal dari kata grammar yang artinya tata bahasa. Makna gramatikal sebagau hasil peristiwa tata bahasa ini sering disebut juga nosi. Misalnya : Nosi-an pada kata gantungan adalah alat.

Makna Asosiatif

Makna asosiatif mencakup keseluruhan hubungan makna dengan nalar diluar bahasa. Ia berhubungan dengan masyarakat pemakai bahasa, pribadi memakai bahasa, perasaan pemakai bahasa, nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa dan perkembangan kata sesuai kehendak pemakai bahasa. Makna asositif dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna kolokatif, makna reflektif, makna stilistik, makna afektif, dan makna interpretatif.

1. Makna Kolokatif

Makna kolokatif lebih berhubungan dengan penempatan makna dalam frase sebuah bahasa. Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna kolokatif adalah makna kata yang ditentukan oleh penggunaannya dalam kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki makna yang sebenarnya.

2. Makna Reflektif

Makna reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual dengan konseptual yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat sacral, suci/tabu terlarang, kurang sopan, atau haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.

3. Makna Stilistika

Makna stilistika adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau situasi dan lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu sendiri merupakan salah satu cirri pembeda utama dari mahluk lain didunia ini. Mengenai bahasa secara tidak langsung akan berbicara mempelajari kosa kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan pada eaktu komunikasi itu.

4. Makna Afektif

Makna ini biasanya dipakai oleh pembicara berdasarkan perasaan yang digunakan dalam berbahasa.

5. Makna interpretatif

Makna interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan tanggapan dari pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca atau mendengarkan (parera,1991:72).

Contoh soal :

  1. Kalimat yang mengandung makna konotasi positif adalah….
    a. Penjahat itu telah mampus ditembakoleh polisi.
    b. Bini Mang Udin telah melahirkan.
    c. Istrinya yang belia telah mengandung.
    d. Ibu Tinah sedang bunting tujuh bulan.
    PEMBAHASAN:
    Konotasi positif merupakan kata yang berkonotasi baik.Kata istri dan mengandung~ berkonotasi baik.Jawaban C
  2. Kalimat yang menggunakan kata berkonotasi negatif adalah….
    a. Sebagai seorang istri harus pandai menyenangkan suami.
    b. Biaya pemakaman para korban bencana alam ditanggung pemerintah setempat.
    c. Para wanita tuna susila bekerja akibat tuntutan kebutuhan ekonomi.
    d. Selama meringkuk di penjara, Roy berubah menjadi pendiam.
    PEMBAHASAN:
    Kata berkonotasi negatif adalah kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.Kata “istri” dan “suami” konotasi positif.Kata”pemakaman” Konotasi positif.Kata”wanita tuna susila” konotasi positif.Kata “penjara” ~ bangunan tempat mengurung orang hukuman (bui)konotasi negatif.Jawaban D

SKL 20

Mengidentifikasi berbagai kata yang mengalami perubahan/pergeseran makna (homonim/homofon/ homograf/polisemi/sinestesia/peyorasi/ameliorasi/kata hias)

Perubahan Makna Kata 
Kata-kata dalam bahasa Indonesia, baik kata asli bahasa asing maknanya ada yang mengalami perubahan.Perubahan makna kata tersebut terjadi sesuai dengan bergiliranya waktu yang dipengaruhi perkembangan budaya. Perubahn makna kata terjadi dengan proses yang bermacam-macam,yakni:  

1. Meluas,maksudnya kata-kata yang dulunya memiliki arti yang terbatas
kini cakupan maknanya jadi luas.
Contohnya: Ibu artinya wanita yang melahirkan kita,sekarang siapa saja
perempuan yang agak tua dipanggil ibu.  

2. Menyempit,yaitu kata yang dulunya memiliki makna luas sekarang
maknanya menjadi sempit.
Contohnya: Pembantu artinya orang yang membantu orang lain.
Sekarang pembantu adalah pembantu rumah tangga (babu).  

3. Amelioratif, pengertian kata yang baru dirasakan lebih baik dan
enak didengar dibandingkan dengan kata yang lama.
Contohnya: busana lebih baik dari pakaian  

4. Peyoratif, kata yang sekarang maknanya lebih rendah dari yang dulu.
Contohnya: istri simpanan dulunya istri muda  

5. Sinestesia, perubahan arti akibat pertukaran tanggapan antara dua indera
yang berlain.
Contoh: Kata-kata yang diucapkannya menusuk hati,Gadis itu berwajah manis.  

6. Asosiasi,yaitu perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat.
Contoh: Kios-kios disapu bersih oleh polisi pamong prajo. Anak yang
macam-macam sikat saja biar aman.

Contoh Soal :

  1. Minggu lalu Budi telah melaksanakan Ulangan semester Bahasa Indonesia, dan ternyata hasilnyapun Budi mendapatkan nilaimerah.

Makna kata yang bercetak miring adalah….

  1. Bagus
  2. Jelek
  3. Sangat Baik
  4. Cukup
  5. Sesuai Standard

Jawaban : B

Pembahasan : Merah berarti saja dibawah standar kelulusan nilai.

  1. Kata-katamu sungguh pedas untuk didengar.

Kalimat diatas termasuk dalam perubahan makna kata?

  1. Sinestesia
  2. Generalisasi
  3. Asosiasi
  4. Spesialisasi
  5. Peyorasi

Jawaban : A

Pembahasan : karena terdapat perubahan arti akibat pertukaran tanggapan antara dua indera
yang berlain yaitu Kata-katamu sungguh pedas untuk didengar.

SKL 21

Menggunakan kata baku

Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat.

PENGGUNAAN RAGAM BAKU

  1. Surat menyurat antarlembaga
  2. Laporan keuangan
  3. Karangan ilmiah
  4. Lamaran pekerjaan
  5. Surat keputusan
  6. Perundangan
  7. Nota dinas
  8. Rapat dinas
  9. Pidato resmi
  10. Diskusi
  11. Penyampaian pendidikan
  12. Dan lain-lain.

PERBANDINGAN BAHASA BAKU DAN BAHASATIDAK BAKU.

  • Kalimat baku
  • Kalimat yang secara efektif dapat dipakai untuk menyampaikan gagasan secara tepat.
  • Tujuannya, agar intonasi tersampaikan secara baik.

BEBERAPA KESALAHAN YANG MENGHASILKAN KATA TIDAK BAKU:

  • Terpengaruh bahasa daerah

contoh:

Ø  Apa kamu sudah makan?

Ø  Apakah kamu sudah makan?

Contoh Soal :

  1. Atas perhatian Bapak, saya haturkan banyak terima kasih.

Kalimat tersebut akan menjadi baku bila ditulis menjadi….

  1. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan banyak terima kasih.
  2. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.
  3. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih banyak.
  4. Atas perhatian Anda, saya mengucapkan terima kasih.
  5. Atas perhatian Anda, saya ucapkan terima kasih banyak

Kunci Jawaban : B

Pembahasan :

  1. Predikat kota Yogyakarta bukan hanya sekedar (1) kota pelajar dan pariwisata, melainkan gudangnya industri kecil, terutama kerajinan. Ribuan industri kecil kerajinan berkembang di daerah ini, mulai dari skala kecil, misalnya souvenir (2) hasil industri rumah tangga hingga skala besar yang bertaraf (3) internasional. Model-model yang dihasilkan juga sesuai dengan tren (4) dunia.
    Kata tidak baku yang terdapat pada paragraf tersebut ditandai nomor . . . .
    a. (1)
    b. (2)
    c. (3)
    d. (4)

Jawaban : D

Pembahasan : kota, hasil industri dan dunia merupakan kata baku sedangkan tren adalah kata serapan.

SKL 22

Menggunakan ragam bahasa resmi

Ragam bahasa resmi
Ragam bahasa resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana resmi atau formal, misalnya surat dinas, pidato dan makalah atau karya tulis.

Ciri-cirinya :
1. Digunakan dalam situasi resmi
2. Nada bicara yang cenderung datar
3. Kalimat yang digunakan kalimat lengkap
Ragam bahasa tidak resmi
Ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau yang berbentuk lisan, contohnya dalam percakapan sehari-hari.
Ciri-cirinya :
1. Digunakan dalam situasi tidak resmi
2. Sering menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lengkap

Contoh soal :

  1. Kalimat yang mengandung ragam bahasa resmi terdapat pada….
    a.    Hai, mau kemana? Boleh, dong, aku ikut.
    b.    Sendiri saja, boleh aku menemanimu?
    c.    Halo! Ke mana, nih, pagi-pagi?
    d.    Wah, ngeborong, nih, ya?
    e.    Pulang dari mana, kok, buru-buru amat?

Kunci Jawaban : B

Pembahasan : karena jawaban yang lain menggunakan bahasa sehari-hari

  1. yang tidak termasuk ragam bahasa resmi adalah..
  2. Jangan gitu dong..
  3. Maaf saya tidak tahu
  4. Yang terhormat Kepala SMP 4 Jakarta
  5. Kami putra-putri bangsa Indonesia

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : karena kalimat “Jangan gitu dong..” bukanlah bahasa resmi

SKL 23

Menyusun paragraf padu (kohesi dan koherensi)

Paragraf adalah gabungan kalimat yang mengandung satu gagasan pokok dan didukung oleh gagasan-gagasan penjelas. Gagasan pokok dan gagasan penjelas ini harus memiliki keterpaduan bentuk (kohesi) dan keterpaduan makna (koherensi).

Kepaduan Makna (Koherensi)

Suatu paragfraf dikatakan koheren, apabila ada kekompakan antara gagasan yang dikemukakan kalimat yang satu dengan yang lainnya. Kalimat-kalimatnya memiliki hubungan timbal balik serta secara bersama-sama membahas satu gagasan utama. Tidak dijumpai satu pun kalimat yang menyimpang dari gagasan utama ataupun loncatan-loncatan pikiran yang membingungkan.

Contoh:

Buku merupakan investasi masa depan. Buku adalah jendela ilmu pengetahuan yang bisa membuka cakrawala seseorang. Dibanding media pembelajaran audiovisual, buku lebih mampu mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak-anak karena membuat otak lebih aktif mengasosiasikan simbol dengan makna. Radio adalah media alat elektronik yang banyak didengar di masyarakat. Namun demikian, minat dan kemampuan mambaca tidak akan tumbuh secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan pembiasaan. Menciptakan generasi literat membutuhkan proses dan sarana yang kondusif.

Paragraf di atas dikatakan tidak koherensi karena terdapat satu kalimat yang melenceng dari gagasan utamanya yaitu kalimat yang dicetak tebal.

Keterpaduan Bentuk  (Kohesi)

Apabila koherensi berhubungan dengan isi, maka kohesi atau keterpaduan bentuk berkaitan dengan penggunaan kata-katanya. Bisa saja satu paragraf mengemukakan satu gagasan utama, namun belum tentu paragraf tersebut dikatakan kohesif jika kata-katanya tidak padu.

Contoh:

Pada tahun 1997, produksi padi turun 3,85 persen. Impor beras meningkat, diperkirakan menjadi 3,1 ton tahun 1998. swasembada pangan tercapai pada tahun 1984, pada tahun 1985, kita mengekspor sebesar 371,3 ribu ton beras, bahkan 530,7 ribu ton pada tahun 1993. pada tahun 1994, neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2,5 juta ton.

Paragraf di atas mengemukakan satu gagasan utama, yaitu mengenai masalah naik turunnya produksi beras Indonesia. Dengan demikian koherensi kalimat tersebut sudah terpenuhi, namun paragraf tersebut dikatakan tidak memiliki kohesivitas yang baik sehingga gagasan tersebut sulit dipahami. Paragraf tersebut perlu diperbaiki, misalnya dengan memberikan kata perangkai seperti berikut ini.

Pada tahun 1997, produksi padi turun 3,85 persen. Akibatnya, impor beras meningkat, diperkirakan menjadi 3,1 ton tahun 1998. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984, pada tahun 1985, kita mengekspor sebesar 371,3 ribu ton beras, bahkan 530,7 ribu ton pada tahun 1993. Akan tetapi, pada tahun 1994, neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Sejak itu, impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2,5 juta ton.

  1. (1) Dapat pula dikemukakan bahwa dalam paragraf yang kohesif tidak terdapat
    kalimat yang saling bertentangan. (2) Kohesif bermakna kepaduan. (3) Paragraf yang kohesif adalah paragraf yang hubungan antar kalimatnya padu atau berjalinan erat. (4) Kepaduan itu ditandai dengan terciptanya saling mendukung antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. (5) Lebih jelas lagi dapat dikatakan bahwa paragaraf yang kohesif ditandai dengan tidak terjadinya saling mengingkari antara kalimat satu dengan kalimat lainnya.

Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi paragraf yang padu apabila disusun dengan
urutan…
A. (2), (3), (5), (4), (1)
B. (1), (3), (5), (4), (2)
C. (5), (3), (2), (4), (1)
D. (2), (4), (5), (3), (1)
E. (2), (3), (4), (5), (1)

Pembahasan:
Untuk mengurutkan paragraf perlu ditentukan kata kunci yang bisa menunjukkan kita pada urutan kalimat yang tepat. Katakohesifdi kalimat (3) merujuk pada kata kohesif sebelumnya yang ada di kalimat (2). Frasa kepaduan itu di kalimat (4) merujuk pada kata padu di kalimat (3). Frasa lebih jelas lagi di kalimat (5) merupakan penekanan informasi di kalimat (4). Adapun kalimat (1) merupakan pengulangan dari kalimat (5) yang ditandai dengan penggunaan frasa dapat pula dikemukakan (pengulangan dapat dikatakan) dan saling bertentangan (pengulangan saling mengingkari). Artinya, secara berurutan kalimat itu adalah (2), (3), (4), (5), dan (1)

JAWABAN : E

Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan saksama!
(1) Budaya jalan pintas adalah manifestasi etos kerja yang kurang baik.
(2) Seseorang yang memiliki etos kerja yang baik selalu mempunyai kemauan yang kuat untuk menghasilkan yang terbaik salam pekerjaannya.
(3) Ada orang yang memiliki etos kerja yang baik dan ada pula yang kurang baik.
(4) Sebaliknya, orang yang memiliki etos kerja yang kurang baik selalu mempunyai keinginan untuk mencari jalan termudah dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

50. Keempat kalimat di atas dapat disusun menjadi paragraf yang baik dengan
urutan…
a. 3 – 2 – 4 – 1
b. 2 – 3 – 1 – 4
c. 4 – 2 – 3 – 1
d. 1 – 4 – 3 – 2
e. 2 – 4 – 3 – 1

Pembahasan:
Dari keempat kalimat di atas dapat kita tentukan yang menjadi kalimat utama adalah kalimat (3). Dengan pengembangan paragraf secara deduksi dapat kita susun sebagai berikut;
(3) Ada orang yang memiliki etos kerja yang baik dan ada pula yang kurang baik.
(2) Seseorang yang memiliki etos kerja yang baik selalu mempunyai kemauan yang kuat untuk menghasilkan yang terbaik salam pekerjaannya.
(4) Sebaliknya, orang yang memiliki etos kerja yang kurang baik selalu mempunyai keinginan untuk mencari jalan termudah dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
(1) Budaya jalan pintas adalah manifestasi etos kerja yang kurang baik.

Kata-kata bercetak miring merupakan kata kunci yang mengaitkan antarkalimat tersebut sehingga dapat disusun menjadi runtut.

JAWABAN : A

Share This :
Gambar Gravatar
Blogging isn't about Publishing as much as you can, It's about Publishing as smart as you can.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *